Lapas Semarang Kembali Bebaskan 25 Narapidana Asimilasi d Rumah

Lapas Semarang Kembali Bebaskan 25 Narapidana Asimilasi d Rumah

Semarang_INFO PAS - Untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran Coronavirus disease (COVID-19), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali bebaskan 25 narapidana untuk menjalani Asimilasi di rumah, Kamis (4/2). Sebelumnya, jumlah akumulasi tahun 2020, Lapas Semarang telah mengeluarkan sebanyak 577 narapidana untuk Asimilasi di rumah.

Pembebasan ini dilaksanakan menindaklanjuti Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19. Dua puluh lima narapidana yang dibebaskan ini sudah memenuhi syarat untuk pelaksanaan Asimilasi di rumah, yakni bukan narapidana yang melakukan pengulangan tindak pidana serta bukan pidana lebih dari satu perkara melalui Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Semarang, Dadi Mulyadim, mengatakan Asimilasi tersebut menjadi langkah yang tepat agar tidak ada penularan COVID-19 mengingat lapas sangat rentan terjadinya penularan COVID-19. "Narapidana selama menjalani Asimilasi di rumah harus selalu menjaga kesehatan, tidak keluyuran, dan minum vitamin untuk menjaga ketahanan tubuh," pesan Dadi.

“Apalagi pemerintah telah menetapkan pembatasan kegiatan masyarakat. Jadi, harus tetap mematuhi peraturan yang telah ditetapkan," tambahnya.

Asimilasi diberikan kepada narapidana yang telah menjalani setengah dari masa pidana yang dua pertiga masa pidananya sampai dengan 30 Juni 2021. Asimilasi tidak diberikan pada tindak pidana khusus, seperti narkoba di atas lima tahun, korupsi, teroris, pembunuhan, pencurian dengan kekerasan, kesusilaan, kesusilaan terhadap Anak, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia, serta kejahatan transnasional terorganisasi lainnya.

Selanjutnya, pelaksanaan Asimilasi ini diserahterimakan langsung kepada balai pemasyarakatan dan penjamin keluarga untuk mendapatkan pengawasan dan pemantauan selama menjalani Asimilasi di rumah. Ke depannya, masih ada penambahan jumlah narapidana yang bebas Asimilasi di rumah seraya menunggu hasil putusan inkracht dari pengadilan dan syarat-syarat administratif yang harus dipenuhi. (IR)

 

 

 

Kontributor: Fajar Sodiq

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0