Lapas Surabaya Gandeng Plato Foundation Gelar Psikoedukasi bagi Warga Binaan Kasus Narkotika

Lapas Surabaya Gandeng Plato Foundation Gelar Psikoedukasi bagi Warga Binaan Kasus Narkotika

Sidoarjo, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya gandeng Plato Foundation gelar psikoedukasi bagi Warga Binaan kasus narkotika. Kegiatan membahas craving atau dorongan kuat untuk kembali menggunakan NAPZA sekaligus memberikan strategi untuk menghadapinya.

Materi disampaikan Dera Lingga Tamara dari Plato Foundation. Ia menjelaskan craving merupakan respons biologis dan psikologis yang berkaitan dengan perubahan sistem dopamin di otak. Peserta juga diajak mengenali triggers atau pemicu, baik internal seperti stres, kecemasan, dan emosi negatif maupun eksternal berupa lingkungan, teman lama, atau benda tertentu.

Menurut Dera, craving bersifat sementara dan umumnya mencapai puncak dalam 10–30 menit sebelum berangsur menurun apabila tidak dituruti. Peserta kemudian diperkenalkan dengan strategi 5D, yakni Delay atau menunda, Deep Breath dengan mengatur pernapasan, Drink Water, Distract melalui kegiatan positif, serta Discuss dengan konselor atau pendamping.

Peserta juga dikenalkan dengan teknik urge surfing, thought stopping, dan mengingat kembali konsekuensi negatif penggunaan narkoba. Dukungan konselor, keluarga, serta lingkungan rehabilitasi turut dibahas sebagai bagian dari upaya menghadapi risiko kekambuhan.

Setelah pemaparan materi, Warga Binaan duduk membentuk lingkaran dan menerima selembar kertas. Mereka diminta menuliskan nama, alasan menggunakan narkoba, faktor pemicu, serta upaya yang akan dilakukan untuk berhenti. Sesi tersebut membantu peserta mengidentifikasi pengalaman dan faktor pemicu yang dihadapi masing-masing.

Kegiatan turut diawasi Kepala Seksi Perawatan Lapas Surabaya, Mohammad Aminudin.

“Harapannya, mereka tidak hanya mengetahui apa itu craving, tetapi juga punya cara untuk mengelolanya ketika dorongan tersebut muncul,” ujar Aminudin.

Dera menambahkan, kemampuan mengenali pemicu menjadi langkah penting dalam menghadapi dorongan untuk kembali menggunakan NAPZA.

Craving bisa muncul, tetapi tidak harus diikuti. Beri jeda, kenali pemicunya, lalu gunakan strategi yang sudah dipelajari,” jelasnya.

Salah seorang Warga Binaan, C, menilai materi yang diberikan relevan dengan pengalaman yang pernah dihadapinya.

“Saya jadi lebih memahami apa yang bisa memicu keinginan menggunakan narkoba dan bagaimana mengalihkan diri ketika dorongan itu muncul,” ungkap C.

Psikoedukasi ini bagian dari pendampingan bagi Warga Binaan untuk tingkatkan pemahaman mengenai perilaku penggunaan NAPZA sekaligus bekali mereka dengan keterampilan menghadapi craving selama jalani pembinaan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Surabaya

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0