Lapas Tolitoli Perkuat Deteksi Dini dan Pengawasan Kamar Hunian Warga Binaan
Tolitoli, INFO_PAS — Penguatan pengawasan dan kedisiplinan menjadi komitmen berkelanjutan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (kantib), serta menciptakan lingkungan hunian Warga Binaan yang aman, bersih, dan kondusif. Upaya tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan barang dan fasilitas kamar hunian sebagai deteksi dini untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtib pada Jumat (16/10). Hal ini untuk memastikan barang-barang dan fasilitas yang tersedia sesuai ketentuan, menjaga kelayakan sarana, memelihara kebersihan lingkungan, dan mencegah keberadaan barang-barang terlarang.
Bagi Lapas Tolitoli, pengawasan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi merupakan bagian penting dari upaya pencegahan yang harus dilaksanakan secara konsisten dan bertanggung jawab. Melalui pemeriksaan berkala dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), potensi kerawanan diharapkan diidentifikasi lebih awal sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara tepat.
Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menegaskan pengawasan merupakan komitmen dalam menjaga kamtib sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan optimal bagi Warga Binaan. “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan di setiap area, khususnya kamar hunian, dan memastikan seluruh petugas melaksanakan tugas sesuai ketentuan. Kami juga mengajak Warga Binaan untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kamtib. Dengan sinergi yang baik, kami optimistis suasana aman, tertib, dan kondusif dapat terus dipertahankan,” ungkapnya.
Komitmen tersebut diperkuat melalui monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Stady Steven Umboh. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan peninjauan langsung terhadap kondisi barang dan fasilitas kamar hunian sebagai evaluasi pelaksanaan pengawasan, serta penguatan koordinasi dalam menjaga keamanan lingkungan Pemasyarakatan.
Stady menekankan pengawasan yang konsisten harus diiringi kedisiplinan, profesionalisme, dan integritas petugas. Pelaksanaan tugas sesuai prosedur menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung deteksi dini dan mencegah potensi gangguan kamtib.
“Monitoring ini penting dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh fasilitas dan barang di kamar hunian sesuai ketentuan. Pengawasan konsisten merupakan deteksi dini untuk mencegah potensi gangguan kamtib. Kami juga mengingatkan seluruh petugas agar senantiasa bekerja dengan disiplin, profesional, berintegritas, dan berpedoman pada SOP,” ujar Stady.
Selain melakukan pemeriksaan, penguatan juga diberikan kepada petugas agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjalankan tugas sesuai SOP, serta mengoptimalkan pengawasan terhadap aktivitas Warga Binaan dan kondisi lingkungan hunian. Kedisiplinan dan tanggung jawab setiap petugas menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi pelaksanaan pengamanan.
Di sisi lain, Warga Binaan diingatkan untuk mematuhi tata tertib, menjaga kebersihan kamar, merawat fasilitas yang telah disediakan, dan tidak menyimpan atau menggunakan barang-barang yang dilarang di lingkungan Lapas. Kesadaran untuk menaati aturan merupakan pembentukan sikap disiplin dan tanggung jawab selama menjalani masa pembinaan.
Sinergi antara pimpinan, petugas, dan Warga Binaan menjadi landasan penting dalam membangun lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. Melalui langkah tersebut, Lapas Tolitoli terus memperkuat pelaksanaan pengawasan terarah dan berkelanjutan. (IR)
Kontributor: Lapas Tolitoli
What's Your Reaction?


