Perkuat Literasi Al-Qur’an, Lapas Amuntai Bekali Warga Binaan Ilmu Tajwid dan Bahasa Arab

Perkuat Literasi Al-Qur’an, Lapas Amuntai Bekali Warga Binaan Ilmu Tajwid dan Bahasa Arab

Amuntai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai gelar pembinaan kepribadian melalui pengajian dan pembelajaran keagamaan. Pada Jumat (16/10), Warga Binaan dari Kamar 12, 13, dan 14 ikuti pembelajaran ilmu tajwid dan bahasa Arab yang dibimbing oleh Ustaz Maslianor dari Kementerian Agama (Kemenag).

Kegiatan ini bertujuan tingkatkan pemahaman keagamaan Warga Binaan, khususnya dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid serta mengenal dasar-dasar bahasa Arab yang digunakan dalam Al-Qur’an.

Dalam pembelajaran ilmu tajwid, Warga Binaan dapat bimbingan mengenai pelafalan huruf, makharijul huruf, serta kaidah membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Sementara itu, materi bahasa Arab membantu peserta mengenal kosakata dan memahami dasar-dasar bahasa untuk menunjang pembelajaran agama.

Pengajian berlangsung tertib dan penuh antusias. Para peserta mengikuti penjelasan pembimbing untuk memperdalam ilmu agama sekaligus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Kepala Lapas Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kepribadian Warga Binaan selama menjalani masa pidana.

“Kami berharap kegiatan pengajian tajwid dan bahasa Arab ini dapat meningkatkan kemampuan Warga Binaan dalam membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan mereka. Pembinaan bukan hanya bertujuan memberikan keterampilan, tetapi juga membangun akhlak, menumbuhkan kesadaran diri, dan mempersiapkan Warga Binaan agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ungkap Gusti.

Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Agama dalam pelaksanaan pembinaan rohani di Lapas Amuntai. Dukungan tersebut diharapkan berlanjut agar Warga Binaan memiliki kesempatan untuk memperdalam ilmu agama secara terarah dan berkesinambungan.

Ustaz Maslianor selaku pembimbing dari Kementerian Agama, menyampaikan bahwa pembelajaran tajwid dan bahasa Arab membantu Warga Binaan memahami ajaran Islam dengan lebih baik.

“Belajar tajwid bukan hanya tentang membaca Al-Qur’an dengan benar, tetapi juga tentang kesungguhan dalam mempelajari dan menghormati firman Allah Swt. Melalui pembelajaran bahasa Arab, kita juga berusaha mengenal lebih dekat bahasa Al-Qur’an. Semoga ilmu yang dipelajari dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi jalan untuk terus memperbaiki diri,” ujar Ustaz Maslianor.

Melalui pembinaan ini, Warga Binaan diharapkan semakin termotivasi memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Amuntai

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0