LPKA Muara Bulian Rampungkan Program 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur'an
Muara Bulian, INFO_PAS - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian gelar penutupan pembelajaran Al-Qur’an yang dikemas dalam Program 30 Menit Bisa Membaca Al. Qur'an, Rabu (21/1). Pembelajaran keagamaan ini telah berjalan dua bulan secara berkelanjutan sebagai program pembinaan kerohanian bagi Anak Binaan di LPKA Muara Bulian bersama Komunitas Gerakan Akhir Zaman Cinta Al-Qur'an (GAZAQCU) serta dukungan dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jambi.
Kepala LPKA Muara Bulian, Kasogi M. Fattah, menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi dan Komunitas GAZAQCU atas kontribusi dan komitmennya selama dua bulan kebelakang dalam mendukung pembinaan kerohanian, khususnya rohani Islam, dan pembentukan karakter Anak Binaan melalui pembelajaran Al-Qur’an. “Program yang dilaksanakan berdampak nyata bagi Anak Binaan di mana terdapat Anak Binaan yang sebelumnya buta aksara Hijayah, kini sudah bisa membaca Al-Qur'an. Anak Binaan yang sudah bisa membaca Al-Qur'an bahkan bisa ikut membantu mengajar,” tuturnya.
Sementara itu, Arnoli selaku Ketua Yayasan GAZACQU merasa bersyukur dan bangga menjadi bagian dari proses pembinaan kerohanian di LPKA Muara Bulian. “Kami berharap pembelajaran Al-Qur’an yang telah dilaksanakan terus berlanjut secara mandiri sehingga nilai-nilai Al-Qur’an senantiasa menjadi pedoman bagi Anak Binaan dalam menjalani kehidupan ke depan,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, turut disampaikan hasil evaluasi pembelajaran. Dari 64 Anak Binaan yang melaksanakan program, terdapat tujuh Anak Binaan ke depannya bisa dijadikan guru mengaji.
“Belajar Al-Qur’an di sini membuat kami merasa lebih tenang dan dekat dengan Allah. Kami tidak hanya belajar membaca, tetapi juga belajar memperbaiki diri,” tutur salah satu Anak Binaan inisal AP.
Diharapkan program ini tidak hanya berhenti sampai di sini, namun berkelanjutan secara mandiri dan berkesinambungan, sehingga nilai-nilai keimanan dan akhlak yang telah ditanamkan terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. yang diikuti seluruh petugas, peserta magang, PKK Provinsi Jambi, Komunitas GAZAQU, dan Anak Binaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan rohani Islam untuk menumbuhkan nilai keimanan dan ketakwaan di lingkungan LPKA Muara Bulian.
“Melalui peringatan Isra Mikraj kali ini, kami berupaya meningkatkan iman dan takwa bagi Anak Binaan sebagai upaya peningkatan kualitas intelektual, khususnya dari sisi rohani Islam yang lebih baik,” ungkap Kasogi.
Pada kesempatan itu, tausiah disampaikan oleh Ustaz H. Bustomi, yang menjelaskan peristiwa Isra Mikraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad saw. atas kehendak dan perintah Allah Swt. sebagai bentuk kemuliaan hubungan antara hamba dan tuhannya. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi momen diturunkannya perintah salat lima waktu sebagai kewajiban utama bagi umat Islam.
“Mari kita memahami makna salat tidak hanya sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai sarana pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan Anak Binaan dalam proses pembinaan sekaligus menjadi bekal positif bagi masa depan mereka,” harap Usyaz Bustomi.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan, mencerminkan kebersamaan seluruh unsur di lingkungan LPKA Muara Bulian dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. (IR)
Kontributor: LPKA Muara Bulian
What's Your Reaction?


