Merajut Asa di Kampus Kehidupan Lapas Pemuda Tangerang

Merajut Asa di Kampus Kehidupan Lapas Pemuda Tangerang

Tangerang, INFO_PAS – Tak ada yang mampu melawan guratan takdir Illahi, namun Tuhan tak akan pernah meninggalkan umat-Nya yang bertaubat dan mau berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Begitu pula yang dirasakan Asep Cahyana, narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba yang harus menerima vonis 16 tahun penjara. Tak disangka, kini ia bisa mengenyam beasiswa Fakultas Agama Islam Kampus Kehidupan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pemuda Tangerang bekerja sama dengan Universitas Islam Syekh Yusuf.

Awalnya, Asep mendapat informasi tentang Kampus Kehidupan melalui papan pengumuman di Rutan Salemba. Lulusan madrasah asal Cianjur ini pun tertarik menjadi mahasiswa Kampus Kehidupan. Sejumlah tes harus dilaluinya, yakni tes psikologi, tes pengetahuan umum, dan tes agama.

Setelah menunggu selama dua pekan, akhirnya Asep dinyatakan lulus menjadi mahasiswa Kampus Kehidupan. “Saya tertarik mengikuti kuliah Pendidikan Agama Islam karena dulu sekolahnya di madrasah,” ucap Asep.

Ia tak sendiri. Dari delapan narapidana yang mendaftar dari Rutan Salemba, ia termasuk satu diantara lima orang yang lulus. Asep dan empat rekan lainnya pun kini menjadi penghuni Lapas Pemuda Tangerang untuk bisa mengikuti perkuliahan di Kampus Kehidupan.

“Saya ingin jadi pribadi yang lebih baik lagi, khususnya bidang agama. Kalau ada kesempatan, fasilitas, serta sarana dan prasarana, saya juga berminat jadi guru agama,” tutur Asep.

Lain halnya dengan Sesario, narapidana Lapas Pemuda Tangerang yang sebelumnya telah diterima dan tengah menjalani perkuliahan di Fakultas Hukum. Ia merasa bangga karena lolos kualifikasi dan terpilih menjadi mahasiswa Kampus Kehidupan.

“Saya ingin membantu Warga Binaan Pemasyarakatan yang sedang proses penahanan dan sidang agar dapat kepastian hukum yang adil karena hukum masih runcing ke bawah. Semoga bisa membantu pengetahuan tentang hukum,” harap Sesario.

Kampus Kehidupan di Lapas Permuda Tangerang merupakan kerja sama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Universitas Islam Syekh Yusuf sejak tahun 2018. Sebelumnya, kerja sama ini berupa beasiswa Fakultas Hukum bagi 33 narapidana yang enam diantaranya sudah bebas. Bahkan, salah satu narapidana mendapat Indeks Prestasi 3.95. Pada tahun 2020, kerja sama tersebut dikembangkan menjadi perkuliahan Fakultas Agama Islam bagi 30 narapidana.

 

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0