Optimalkan Pembinaan Kemandirian, Lapas Kelas I Cipinang Genjot Produksi Batik dan Peternakan Telur Ayam

Optimalkan Pembinaan Kemandirian, Lapas Kelas I Cipinang Genjot Produksi Batik dan Peternakan Telur Ayam

Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang perkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan dengan mengoptimalkan peningkatan produksi dan pengembangan produk berbasis UMKM. Hal ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada penguatan pemasaran hasil karya Warga Binaan.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Lis Susanti, tegaskan fokus utama diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi, kualitas, dan diversifikasi produk agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan berdaya saing. Ia menyampaikan pesan Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, agar seluruh unit kerja memperkuat produktivitas secara terukur dan berkelanjutan. 

“Pembinaan kemandirian harus menghasilkan output yang nyata. Kita dorong peningkatan produksi dan pengembangan produk unggulan, seperti Batik Lintas Lima dan peternakan ayam petelur yang juga mendukung program ketahanan pangan,” ajak Lis, Selasa (21/4).

Ia menambahkan penguatan produksi tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan kesinambungan pemasaran melalui koperasi dan jejaring UMKM. Dengan demikian, hasil karya Warga Binaan memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi bekal keterampilan setelah bebas.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Seksi Bimbingan Kerja, Gugi Triaji, menyampaikan pihaknya telah menjalankan berbagai program pembinaan berbasis kerja produktif yang terstruktur. “Selama ini kami telah melaksanakan pelatihan dan produksi di beberapa unit kerja, termasuk kerajinan batik, handycraft, dan pengembangan peternakan. Ke depan, kami fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan standarisasi kualitas agar produk makin kompetitif,” jelasnya.

Manfaat program ini juga dirasakan langsung Warga Binaan. Salah satu Warga Binaan berinisial YHT mengaku kegiatan kerja produktif memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang bermanfaat. “Di sini kami tidak hanya menjalani masa pidana, tapi juga belajar bekerja dan menghasilkan sesuatu. Saya jadi punya bekal keterampilan yang bisa digunakan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Melalui penguatan pembinaan kemandirian yang terarah dan berbasis produksi, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program yang tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi Warga Binaan. Langkah ini menjadi implementasi Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang produktif, berdaya saing, dan berorientasi pada reintegrasi sosial. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang 
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0