Panen 10 Kg Jagung Jantan, Rutan Pelaihari Siap Penuhi Pesanan Warga
Pelaihari, INFO_PAS — Semangat kemandirian kembali terasa di kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Rabu (25/2). Kegiatan panen jagung jantan berhasil menghasilkan 10 kilogram jagung jantan yang siap dipasarkan sekaligus memenuhi pesanan masyarakat sekitar.
Panen dilaksanakan langsung oleh Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, bersama petugas dan Warga Binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Suasana kebun siang itu terasa hidup. Warga Binaan antusias memetik jagung jantan yang telah siap panen dengan tetap dalam pengawasan petugas.
Eri menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar panen hasil kebun, melainkan proses pembelajaran yang berkelanjutan. “Pembinaan kemandirian pangan di bidang pertanian ini kami dorong agar Warga Binaan memiliki keterampilan nyata. Hari ini kita melihat sendiri, mereka bekerja dengan semangat, saling membantu, dan menikmati prosesnya. Saya pribadi merasa senang melihat antusiasme mereka di lapangan,” ujarnya.
Eri menambahkan hasil panen yang mampu memenuhi pesanan masyarakat sekitar menjadi bukti pembinaan berjalan produktif dan memberikan dampak langsung. “Kami ingin hasil dari kebun SAE ini benar-benar dirasakan manfaatnya, baik untuk Warga Binaan, sebagai bekal keterampilan maupun untuk masyarakat yang menerima hasil panennya,” tambahnya.
Salah satu Warga Binaan, Anto, bersyukur dapat terlibat langsung dalam proses pertanian tersebut. “Dari menanam sampai memetik, kami belajar sabar dan teliti. Semoga ilmu yang kami dapat di sini bisa saya pakai nanti saat kembali ke rumah,” harapnya.
Kegiatan ini merupakan program kemandirian pangan yang sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya poin penguatan kemandirian pangan melalui pertanian di Lapas dan Rutan. Program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Rutan Pelaihari terus berupaya menjaga agar proses pembinaan tidak berhenti pada rutinitas, tetapi menghasilkan keterampilan yang benar-benar dapat menjadi bekal kehidupan. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan hanya hasil panennya, melainkan proses belajar dan perubahan yang tumbuh di dalamnya. (IR)
Kontributor: Rutan Pelaihari
What's Your Reaction?


