Panen 30 Kg Bayam, Warga Binaan Lapas Palu Perkuat Program Pertanian Berkelanjutan

Panen 30 Kg Bayam, Warga Binaan Lapas Palu Perkuat Program Pertanian Berkelanjutan

Palu, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali gerakkan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian melalui panen rutin di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Desa Langaleso, Jumat (5/12). Kegiatan ini melibatkan Warga Binaan yang mengikuti program asimilasi maupun peserta magang yang ditempatkan pada bidang kegiatan kerja.

Dari lahan SAE Langaleso, Warga Binaan berhasil memanen sedikitnya 30 kilogram sayur bayam. Sementara itu, di area brandgang Lapas Palu, peserta magang mengikuti pelatihan budidaya hidroponik, mulai dari teknik perawatan tanaman hingga proses pemanenan. Kehadiran peserta magang ikut memberikan energi baru dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas produksi sayuran.

Seluruh hasil panen disalurkan ke dapur Lapas melalui vendor penyedia bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian Warga Binaan. Kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta kebijakan akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait penguatan ketahanan pangan dan pembinaan produktif di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Palu, Makmur, menyampaikan bahwa kegiatan panen tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga ruang pembelajaran kerja bagi Warga Binaan. “Warga Binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami bagaimana hasil kerja mereka memberi manfaat langsung bagi kebutuhan pangan internal. Ini pengalaman yang membangun rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, turut memberikan apresiasi. Menurutnya, panen rutin di SAE adalah bukti bahwa pembinaan kemandirian berjalan efektif. “Ini praktik baik yang perlu diperluas dan dijadikan referensi bagi UPT lainnya,” tuturnya.

Peserta Program Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan, Bayu, mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi dalam pembinaan pertanian di Lapas Palu. “Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi saya untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam proses pembinaan Warga Binaan,” ucap Bayu.

Sementara salah satu Warga Binaan, Aco, yang ditugaskan di SAE Langaleso, menyampaikan bahwa keterampilan baru yang ia peroleh menjadi motivasi untuk terus berubah ke arah lebih baik. “Hari ini saya bisa memanen sayur bayam hasil kerja keras bersama pegawai Lapas dan teman-teman asimilasi. Ini memotivasi saya untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik,” akunya.

Kegiatan panen berjalan tertib dan memberikan nilai tambah bagi Warga Binaan, termasuk pemberian premi sebagai apresiasi atas kinerja mereka. Melalui hasil panen ini, Lapas Palu terus menguatkan pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (afn)


Kontributor: Humas Lapas Palu

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0