Panen 30 Kg Lele, Lapas Tanjung Bekali Warga Binaan Keterampilan Perikanan
Tanjung, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung panen 30 kilogram lele di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Tanjung, Selasa (27/10). Kegiatan ini diikuti Kepala Lapas Tanjung, Tri Joko Wiyono, pejabat struktural, peserta magang, serta Warga Binaan yang terlibat dalam program budi daya perikanan.
Panen tersebut bagian dari pembinaan kemandirian yang memberi kesempatan kepada Warga Binaan untuk kembangkan keterampilan di bidang perikanan. Melalui proses budi daya hingga panen, mereka diharapkan memperoleh pengalaman sebagai bekal untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Lapas Tanjung, Tri Joko Wiyono, menyampaikan bahwa budi daya lele merupakan salah satu bentuk pembinaan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas Warga Binaan. Pembinaan tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga perlu membekali mereka dengan kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Panen lele ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab. Kami berharap Warga Binaan dapat memperoleh keterampilan yang bermanfaat sehingga nantinya mampu memanfaatkannya sebagai peluang usaha dan bekal untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Tri Joko Wiyono.
Ia menambahkan, keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan produktif seperti budi daya perikanan jadi sarana untuk menumbuhkan etos kerja, kerja sama, dan tanggung jawab. Program pembinaan di SAE akan terus diarahkan agar bermanfaat bagi pengembangan keterampilan Warga Binaan sekaligus mendukung kegiatan produktif di lingkungan pemasyarakatan.
Salah seorang Warga Binaan, Rahman, menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam budi daya lele memberinya pengalaman baru, mulai dari perawatan hingga panen. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang dapat dikembangkan setelah bebas.
“Melalui budi daya lele ini, kami belajar untuk lebih sabar, disiplin, dan bertanggung jawab. Kami juga mendapatkan pengetahuan yang bisa menjadi bekal untuk mencoba usaha sendiri ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Rahman.
Lapas Tanjung berharap program pembinaan kemandirian di bidang perikanan dapat terus berkembang untuk meningkatkan keterampilan kerja dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan Warga Binaan. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal agar mereka lebih siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


