Panen Raya Serentak di Lapas Perempuan Martapura, Warga Binaan Dilibatkan Dukung Ketahanan Pangan
Martapura, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Martapura melibatkan Warga Binaan dalam kegiatan Panen Raya Ketahanan Pangan Serentak yang dilaksanakan pada Kamis (15/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Pemasyarakatan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus sarana pelatihan kemandirian bagi Warga Binaan.
Dalam panen raya tersebut, Lapas Perempuan Martapura berhasil menghasilkan hasil pertanian berupa 25,8 kilogram kangkung serta hasil budidaya perikanan berupa 13,86 kilogram lele. Seluruh proses, mulai dari penanaman, perawatan hingga panen, dilaksanakan dengan melibatkan Warga Binaan sebagai bagian dari pelatihan kerja di dalam Lapas.

Pada waktu yang sama, Kepala Lapas Perempuan Martapura, Evi Loliancy, ikut mengikuti rangkaian kegiatan Panen Raya Ketahanan Pangan Serentak yang dipusatkan di Lapas Banjarbaru bersama Kepala Kantor Wilayah, unsur Forkopimda, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Selatan.
Evi Loliancy menyampaikan bahwa panen raya ini menjadi bukti nyata pelatihan yang produktif dan berkelanjutan, sejalan dengan nilai dasar PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Program ketahanan pangan ini tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga memberikan keterampilan dan pengalaman kerja bagi Warga Binaan. Harapan masyarakatnya, ilmu yang mereka peroleh dapat menjadi bekal saat kembali,” ujar Evi.
Ia menambahkan bahwa Lapas Perempuan Martapura terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan sarana yang tersedia agar memberikan manfaat maksimal, baik dalam mendukung kemandirian maupun penyediaan kebutuhan internal Lapas.
Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, M, mengaku bersyukur dapat mengikuti program ketahanan pangan. “Dengan menanam ikut dan memelihara lele, saya mendapatkan pengalaman baru. Kegiatan ini membuat saya lebih semangat dan merasa punya bekal keterampilan di depannya,” ungkapnya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan yang tidak hanya fokus pada aspek mental dan disiplin, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat dan aplikatif. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Martapur
What's Your Reaction?


