Pembimbingan Humanis dan Penuh Empati, PK Bapas Amuntai Rebut Hati Klien
Hulu Sungai Tengah, INFO_PAS - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Amuntai terus tunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran Klien Pemasyarakatan agar menjalani proses pembimbingan dengan penuh tanggung jawab. Melalui pendekatan yang santun dan beradab, para Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Amuntai berhasil menciptakan suasana pembimbingan yang humanis dan penuh empati.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui komunikasi persuasif, dialog terbuka, serta konseling yang menekankan nilai-nilai kebaikan dan tanggung jawab sosial. Upaya ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran Klien sehingga mereka datang secara sukarela dan berduyun-duyun melaksanakan kewajiban wajib lapor yang terpusat di Desa Lunjuk Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Senin (16/3) sebagai proses pembimbingan kemasyarakatan.
Salah satu PK Bapas Amuntai, Faisal Nugroho Prasetyo, menjelaskan pembimbingan tidak hanya berfokus pada pengawasan semata, tetapi juga membangun kesadaran Klien agar memahami makna dari setiap proses yang mereka jalani. “Kami berusaha mendekati Klien dengan sikap santun dan menghargai mereka sebagai manusia yang sedang berproses memperbaiki diri. Melalui dialog dan konseling, kami tanamkan pemahaman bahwa wajib lapor bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kesempatan untuk menunjukkan kesungguhan dalam berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan tersebut turut dirasakan langsung oleh para Klien. Salah seorang Klien, WR, merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk menjalani pembimbingan secara tertib.
“Kami merasa didengar dan tidak dipandang sebelah mata. PK Bapas memberi nasihat dengan cara yang baik sehingga kami sadar untuk datang wajib lapor tanpa harus diingatkan terus-menerus. Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa berubah,” tutur WR.
Kepala Bapas Amuntai, Subiyanto, turut mengapresiasi dedikasi para PK yang konsisten menerapkan pendekatan santun dan beradab dalam setiap proses pembimbingan. Keberhasilan pembimbingan tidak hanya diukur dari kepatuhan Klien terhadap aturan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran dan komitmen untuk memperbaiki diri serta kembali diterima oleh masyarakat.
“Pendekatan yang humanis adalah kunci dalam pembimbingan kemasyarakatan. Ketika Klien diperlakukan dengan hormat dan diberikan ruang untuk berubah, mereka akan lebih terbuka dan terdorong untuk menjalani kewajibannya dengan penuh kesadaran,” tegas Subiyanto.
Dari pembimbingan yang dilakukan secara konsisten ini, Bapas Amuntai berhasil meningkatkan tingkat kepatuhan Klien dalam melaksanakan wajib lapor. Kehadiran Klien menjadi lebih tertib dan terjadwal, komunikasi antara PK dan Klien makin terbuka, serta muncul kesadaran kolektif di kalangan Klien untuk saling mengingatkan dalam menjalani kewajiban pembimbingan. Hal ini menjadi bukti pendekatan santun dan beradab mampu memperkuat hubungan kepercayaan antara petugas dan Klien, sekaligus mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial yang menjadi tujuan utama Pemasyarakatan. (IR)
Kontributor: Bapas Amuntai
What's Your Reaction?


