Perkuat Layanan SAPA-BINA, Lapas Wahai Rujuk Warga Binaan Sakit ke Puskesmas Perawatan Wahai
Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus tunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas hidup dan memenuhi hak asasi Warga Binaan. Pada Senin (31/8) pagi, Lapas Wahai merujuk seorang Warga Binaan berinisial SP ke Puskesmas Perawatan Wahai demi mendapatkan perawatan medis lanjutan yang lebih optimal. Proses rujuk Warga Binaan sakit ini dikawal langsung oleh tenaga kesehatan Lapas Wahai, Fajar Pradhana Wisady, dan didampingi secara ketat oleh regu pengamanan Lapas untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan sesuai Standar Operasional Prosedur.
Keputusan untuk merujuk Warga Binaan berinisial SP diambil setelah yang bersangkutan menjalani skrining kesehatan awal di Klinik Lapas Wahai. Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin dan observasi mendalam yang dilakukan oleh tim medis internal Lapas, kondisi kesehatan SP dinilai memerlukan penanganan klinis dan fasilitas yang lebih memadai di luar lingkungan Lapas. Oleh karena itu, rekomendasi rujukan segera dikeluarkan agar hak pelayanan medis pasien terpenuhi secara cepat dan tepat.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan layanan rujukan medis keluar Lapas merupakan implementasi nyata dari program inovatif bernama SAPA BINA atau Sinergi Aksi Pelayanan Aktif bagi Warga Binaan yang baru saja dirilis. "Kesehatan Warga Binaan adalah prioritas utama. Program SAPA BINA ini kami rancang untuk memastikan tidak ada pembiaran terhadap kondisi kesehatan para penghuni. Layanan rujukan yang cepat dan responsif sangat penting untuk memastikan situasi kesehatan di Lapas tetap aman, kondusif, dan terkendali," ujarnya.
Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menegaskan jajarannya tidak akan menutup mata terhadap pemenuhan hak-hak dasar para Warga Binaan, terutama aspek pelayanan kesehatan. "Kami selalu memonitoring dan memperhatikan kebutuhan seluruh Warga Binaan tanpa terkecuali. Pelayanan kesehatan adalah salah satu hak dasar yang wajib dipenuhi oleh negara melalui Lapas. Melalui sinergi erat bersama Puskesmas Perawatan Wahai, kami memastikan setiap tahapan klinis—mulai dari deteksi dini hingga penanganan lanjutan di puskesmas dapat diakses dengan baik oleh Warga Binaan yang membutuhkan," ungkapnya.
Melalui langkah responsif ini, Lapas Wahai membuktikan komitmennya dalam menerapkan Sistem Pemasyarakatan yang humanis di mana pembinaan moral dan hukum berjalan selaras dengan perawatan fisik, serta kesejahteraan para Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


