Belajar Barista, 13 Klien Bapas Jakarta Pusat Siapkan Diri Hadapi Dunia Kerja
Jakarta, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Pusat bekali 13 Klien Pemasyarakatan dengan keterampilan barista sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian mereka. Terdiri atas 10 Klien Pemasyarakatan Dewasa dan 3 Klien Pemasyarakatan Anak, mereka ikuti pelatihan barista di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (1/9).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Bapas Jakarta Pusat dengan Primer Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Primkopasindo) Lapas Cipinang. Para peserta belajar langsung dari Debby, barista dari gerai kopi Nescafe, dengan pendampingan Septiyawan, Staf Bimbingan Pemasyarakatan Lapas Cipinang.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar kopi, teknik meracik minuman, hingga penyajiannya. Selain menerima materi, para Klien juga berkesempatan praktikkan langsung teknik yang dipelajari sehingga dapat mengenal proses pembuatan minuman secara lebih nyata.
Kepala Bapas Jakarta Pusat, Pahrudin Saputra, mengatakan pelatihan keterampilan menjadi salah satu upaya mempersiapkan Klien untuk kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
“Kami ingin Klien tidak hanya menyelesaikan prosesnya, tetapi juga memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan setelahnya. Keterampilan barista bisa menjadi salah satu pilihan untuk bekerja maupun membuka usaha. Dari sini kami berharap mereka semakin percaya diri dan berani melihat peluang,” ujar Pahrudin.
Menurut Pahrudin, akses terhadap pembelajaran dan pengalaman kerja perlu terus dibuka agar Klien memiliki pilihan dalam menentukan langkah setelah kembali ke masyarakat. Karena itu, Bapas Jakarta Pusat akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memberikan kesempatan pengembangan keterampilan.
Sementara itu, Debby, barista dari gerai kopi Nescafe, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai keterampilan barista tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membuat kopi, tetapi juga membutuhkan ketelitian, konsistensi, komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar.
“Kami senang bisa berbagi pengalaman di sini. Mudah-mudahan apa yang dipelajari bisa menjadi bekal bagi teman-teman Klien. Tidak harus langsung mahir, yang penting berani mulai, terus latihan, dan jangan takut mencoba,” kata Debby.
Bapas Jakarta Pusat berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus diasah dan menjadi salah satu pilihan bagi Klien untuk bekerja, berwirausaha, serta membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Bapas Jakarta Pusat
What's Your Reaction?


