Perpustakaan Rutan Ambon, Sarana Pembinaan dan Peningkatan Literasi Warga Binaan

Perpustakaan Rutan Ambon, Sarana Pembinaan dan Peningkatan Literasi Warga Binaan

Ambon, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus tunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan melalui penguatan budaya literasi. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui optimalisasi perpustakaan sebagai sarana pembinaan dan peningkatan literasi di lingkungan Rutan Ambon.

Perpustakaan Rutan Ambon menjadi ruang edukatif yang memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, dan membangun pola pikir yang lebih positif selama menjalani masa pidana. Beragam koleksi buku tersedia, mulai dari buku keagamaan, keterampilan, motivasi, hingga bacaan umum yang bersifat informatif dan inspiratif.

Kepala Rutan Ambon, Yudhy Rizaldy, menegaskan literasi merupakan bagian penting dalam proses pembinaan yang holistik. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada peningkatan kualitas intelektual dan mental Warga Binaan.

“Perpustakaan menjadi salah satu sarana strategis dalam membangun kesadaran diri dan semangat perubahan bagi Warga Binaan. Melalui membaca, mereka dapat membuka wawasan baru dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ungkap Yudhy, Rabu (25/2).

Kegiatan membaca yang rutin dilaksanakan di ruang perpustakaan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Warga Binaan tampak memanfaatkan waktu luang mereka untuk membaca secara mandiri maupun berdiskusi ringan mengenai isi buku yang dibaca. Petugas pembinaan turut memberikan pendampingan dan motivasi agar minat baca terus tumbuh secara konsisten.

Salah satu Warga Binaan berinisial R.B. mengungkapkan kehadiran perpustakaan sangat membantunya dalam menjalani masa pembinaan. Ia mengaku sebelumnya jarang meluangkan waktu untuk membaca, namun kini buku menjadi sarana refleksi dan pembelajaran.

“Dengan membaca, saya merasa lebih tenang dan lebih banyak belajar hal-hal baru. Buku-buku motivasi dan keagamaan sangat membantu saya untuk berpikir lebih positif dan memperbaiki diri. Saya ingin ketika bebas nanti, bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar R.B.

Keberadaan perpustakaan di Rutan Ambon pun menjadi simbol bahwa proses Pemasyarakatan tidak semata-mata tentang pembatasan kebebasan, melainkan juga tentang membuka kesempatan untuk berubah dan berkembang. Dengan literasi sebagai fondasi, Warga Binaan didorong untuk membangun harapan baru dan merancang masa depan yang lebih baik setelah bebas nantinya.

Program literasi ini sejalan dengan kebijakan pembinaan yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemasyarakatan. Melalui pendekatan edukatif, diharapkan Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mengalami proses pembelajaran yang bermakna. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0