Program Pengendalian HIV/AIDS di Lapas dan Rutan Berlanjut

Photo
Pemerintah terus melanjutkan program pengendalian HIV/AIDS di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Komisi Penanggulangan AIDS Nasional bahkan menargetkan getting to zero pengidap HIV/AIDS. Program itu sudah disosialisasikan kepada para Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kepala Rutan, dan Kepala Lapas awal Oktober lalu.
Program itu juga mendapat apresiasi dari internasional. Direktur Eksekutif UNAIDS, Michel Sidibe akan mengunjungi Lapas Narkotika Jakarta untuk melihat implementasi program pengendalian HIV/AIDS Komprehensif yang dilakukan Pemerintah Indonesia.
Melalui rilis yan

Photo
Pemerintah terus melanjutkan program pengendalian HIV/AIDS di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Komisi Penanggulangan AIDS Nasional bahkan menargetkan getting to zero pengidap HIV/AIDS. Program itu sudah disosialisasikan kepada para Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kepala Rutan, dan Kepala Lapas awal Oktober lalu.
Program itu juga mendapat apresiasi dari internasional. Direktur Eksekutif UNAIDS, Michel Sidibe akan mengunjungi Lapas Narkotika Jakarta untuk melihat implementasi program pengendalian HIV/AIDS Komprehensif yang dilakukan Pemerintah Indonesia.
Melalui rilis yang diterima hukumonline, Kepala Biro Humas Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi Prabowo, menjelaskan program penanggulangan HIV/AIDS di Lapas dan Rutan sudah dimulai sejak 2003. Namun Akbar mengakui programnya masih sering bersifat ad hoc, dengan cakupan program berskala kecil, serta bergantung pada pendekatan individual. Satu hal lagi, layanannya selama ini banyak dilakukan lembaga swadaya masyarakat.
Tahun 2004, Ditjen Pemasyarakatan membuat terobosan menyusun Strategi Penanggulangan HIV/AIDS dan Penyalahgunaan Napza di Lapas. Ada 95 Lapas dan Rutan yang jadi prioritas. Tahun 2009, diperkenalkan pula Rencana Aksi Nasional untuk Penanggulangan HIV/AIDS dan Penyalahgunaan Napza di Lembaga Pemasyarakatan Indonesia 2010-2014.
Dalam rencana aksi nasional tersebut, Ditjen Pemasyarakatan juga menunjuk 101‐139 lapas/rutan serta 20‐25 Bapas di 20‐25 provinsi di Indonesia sebagai lapas/rutan prioritas. Semua lapas/rutan dan bapas tersebut menampung 62% total populasi dan 94% warga binaan pemasyarakatan yang ditahan karena pelanggaran terkait narkotika.
Adapun, program dan kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam upaya menanggulangi HIV/AIDS meliputi program pendidikan, program klinis, bimbingan teknis, Lapas model, kemitraan dan mobilisasi sumber daya serta monitoring dan evaluasi HIV.
Hasilnya, serangkaian pencapaian program penanggulangan HIV yang telah dilaksanakan secara signifikan telah berhasil menurunkan angka kesakitan dan kematian terkait HIV.
Selain itu, Ditjen Pemasyarakatan juga telah berhasil menjalankan program penanggulangan HIV di ruang lingkup pemasyarakatan pada 165 lapas/rutan/bapas di 25 provinsi di Indonesia, pemberian informasi tentang HIV yang sudah dilakukan sebagai bagian rutin yang disampaikan kepada warga binaan baru dan mereka yang akan bebas di 142 lapas dan 23 bapas, layanan komprehensif terkait pendidikan mengenai HIV, metadon, tes HIV dan konseling, ART, dan kelompok dukungan yang sudah tersedia di 122 lapas dan rutan serta layanan metadon yang disediakan di 9 lapas dan rutan.
Sumber: http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt508622d79de8e/program-pengendalian-hiv-aids-di-lapas-dan-rutan-berlanjut?fb_action_ids=10151274201097679&fb_action_types=og.likes&fb_source=aggregation&fb_aggregation_id=288381481237582
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0