Rajut Toleransi dan Kerukunan, Lapas Geser Gandeng STAI Seram Timur Bina Warga Binaan
Geser, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser gandeng Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Seram Timur dalam program pembinaan Warga Binaan. Sinergi ini diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kerohanian bertajuk “Rajut Toleransi, Rawat Kerukunan” yang digelar di Musala At-Taqwa Lapas Geser, Jumat (6/11).
Program ini dirancang untuk tanamkan nilai toleransi dan sikap saling menghargai perbedaan. Dalam pelaksanaannya, Lapas Geser libatkan pihak eksternal untuk memperkaya materi pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan.
Kepala Regu Pengamanan Lapas Geser, Umar Adi, menegaskan bahwa kolaborasi dengan institusi akademik penting untuk membangun kehidupan yang harmonis di dalam Lapas. Menurutnya, Lapas merupakan gambaran kecil masyarakat yang mempertemukan individu dari berbagai latar belakang.
“Melalui sinergi bersama STAI Seram Timur, kami tidak hanya memberikan pembinaan moral, tetapi juga membangun fondasi sosial yang kokoh. Jika Warga Binaan mampu saling menghargai, menjaga perkataan, dan mengendalikan emosi, lingkungan Lapas akan terjaga aman, tertib, dan kondusif. Nilai kolektif ini akan menjadi bekal penting saat mereka kembali ke tengah masyarakat kelak,” ujar Umar saat mendampingi jalannya kegiatan.
Kegiatan ini hadirkan dosen sekaligus dai STAI Seram Timur, Ahmad Rumodar, sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, Ahmad paparkan pentingnya menjaga toleransi dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi.
“Toleransi mengajarkan kita untuk menghargai kemanusiaan sesama. Kerukunan yang hakiki hanya terwujud ketika setiap orang mampu menjaga sikap, menghormati hak orang lain, dan berempati. Nilai-nilai inilah yang kami formulasikan bersama Lapas Geser agar dapat diimplementasikan oleh Warga Binaan,” tutur Ahmad.
Ahmad menambahkan bahwa masa pembinaan jadi momentum bagi Warga Binaan untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki hubungan dengan sesama sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Manfaat kegiatan ini dirasakan salah seorang Warga Binaan, AR. Ia mengaku materi yang disampaikan membuka pemahamannya tentang pentingnya hidup berdampingan.
“Melalui kegiatan ini, saya belajar lebih dalam untuk saling menghargai, menyaring perkataan, dan tidak mudah terbawa emosi. Saya berkomitmen untuk memperbaiki diri agar siap menjadi pribadi yang bermanfaat,” ungkap AR.
Lapas Geser berharap kerja sama dengan STAI Seram Timur dapat berlanjut sehingga pembinaan kerohanian turut memperkuat aspek spiritual dan kemampuan sosial Warga Binaan sebagai bekal hidup rukun setelah bebas. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Geser
What's Your Reaction?


