Rutan Barabai Gelar Pelatihan Pembuatan Sambal Ikan Nila, Bekali Warga Binaan Keterampilan Kuliner
Barabai, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai kembali gelar kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pelatihan pembuatan sambal ikan nila. Kegiatan ini dilaksanakan di Gazebo Kebun Rutan Barabai, Rabu (29/4), sebagai upaya tingkatkan keterampilan kuliner serta tumbuhkan jiwa wirausaha Warga Binaan di bidang pengolahan pangan.
Kegiatan dipandu oleh Lina Khulqia dan Nina Maharika selaku instruktur pelatihan sekaligus peserta magang pembinaan kegiatan kemandirian. Dalam pelatihan tersebut, keduanya memberikan pemaparan mengenai teknik pengolahan sambal ikan nila yang higienis, lezat, dan bernilai jual. Sambal ikan nila sendiri merupakan salah satu produk olahan ikan air tawar yang memiliki potensi pasar cukup tinggi karena cita rasanya yang khas dan digemari masyarakat.
Instruktur menjelaskan tahapan pembuatan sambal ikan nila secara rinci, mulai dari persiapan bahan seperti ikan nila segar, cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, minyak goreng, serta bumbu pelengkap lainnya. Tahapan dilanjutkan dengan penggorengan ikan, penghalusan bumbu, hingga proses memasak sambal agar menghasilkan cita rasa yang optimal.
Selain melatih keterampilan memasak, kegiatan ini juga memberikan wawasan mengenai potensi ekonomi dari produk sambal ikan nila yang dapat dikembangkan menjadi usaha kuliner skala rumahan. Produk hasil pelatihan tersebut berpeluang dipasarkan sebagai makanan siap saji maupun produk kemasan.
Kepala Rutan Barabai, I Komang Suparta, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis dan produktif. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat membantu Warga Binaan mengembangkan potensi diri serta memiliki bekal usaha setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Program ini kami rancang sebagai upaya nyata dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara mandiri. Harapannya, mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga pulang dengan kemampuan yang bisa menjadi sumber penghidupan,” ujar I Komang Suparta.
Salah satu Warga Binaan, Saniah, mengaku merasa terbantu dan termotivasi dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberikan pengalaman baru sekaligus membuka wawasan untuk bekal setelah bebas nanti.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain menambah keterampilan, kami juga jadi lebih percaya diri untuk memulai usaha ketika sudah kembali ke masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme. Warga Binaan aktif mengikuti setiap tahapan praktik serta menunjukkan semangat tinggi. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Barabai
What's Your Reaction?


