Rutan Pelaihari Gelar Peringatan Isra Mikraj dan Haul Abah Guru Sekumpul

Rutan Pelaihari Gelar Peringatan Isra Mikraj dan Haul Abah Guru Sekumpul

Pelaihari, INFO_PAS — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari gelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan Haul Abah Guru Sekumpul, Sabtu (10/1). Bertempat di masjid Rutan Pelaihari, kegiatan berlangsung khidmat dan tertib sebagai penguatan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan.

Kegiatan diawali dengan maulid habsyi yang dibawakan oleh Warga Binaan. Lantunan selawat menggema di masjid, menghadirkan suasana religius yang menenangkan sekaligus membangun kebersamaan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu Warga Binaan sebagai pengantar memasuki inti kegiatan.

Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, menyampaikan kegiatan keagamaan semacam ini menjadi ruang pembinaan kepribadian yang berdampak langsung pada ketertiban dan suasana Rutan. “Kegiatan ini menjadi momentum muhasabah. Kami dorong Warga Binaan memperkuat ibadah dan memperbaiki diri agar pembinaan benar-benar bermakna dan berkelanjutan,” ujarnya.

Momentum peringatan Isra Mikraj dan Haul Abah Guru Sekumpul diisi ceramah agama bersama H. Usfia Rusdi. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah meneladani perjalanan agung Nabi Muhammad SAW pada peristiwa Isra Mikraj.

“Isra Mikraj bukan sekadar kisah luar biasa, melainkan pelajaran tentang keteguhan iman dan kemuliaan ibadah. Di balik perjalanan tersebut, umat Islam menerima hadiah paling besar, yakni perintah salat yang menjadi penguat jiwa dan penuntun perilaku,” jelas H. Usfia.

Ia menambahkan keteladanan Nabi dalam Isra Mikraj menunjukkan setelah masa sulit dan ujian berat, Allah selalu menyiapkan jalan penguatan. Karena itu, Warga Binaan diajak menjadikan salat dan zikir sebagai titik balik memperbaiki diri, menjaga adab, dan menata masa depan.

“Kalau Rasulullah melewati perjalanan itu dengan iman dan keyakinan, maka kita pun bisa melewati masa pembinaan ini dengan sabar. Mulainya dari salat yang dijaga karena salat itu mikraj kita setiap hari,” pesan H. Usfia.

Ia turut mengingatkan keteladanan Abah Guru Sekumpul yang dikenal menekankan adab, kesabaran, dan kelembutan hati. Nilai-nilai itu, menurutnya, penting dijadikan pegangan oleh Warga Binaan dalam menjalani masa pembinaan agar proses yang dijalani tidak berhenti sebagai rutinitas, melainkan menjadi perjalanan memperbaiki diri.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kekuatan agar seluruh jamaah, baik Warga Binaan maupun petugas, diberi keistikamahan dalam menjalankan ibadah serta mampu menjaga sikap dan perilaku. Melalui peringatan ini, Rutan Pelaihari menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas sebagai bekal kembali ke masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Pelaihari

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0