84 Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Awali Tahun Pelajaran Baru PKBM
Pangkalpinang, INFO_PAS – Sebanyak 84 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang ikuti sosialisasi Tahun Pelajaran 2026/2027 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pengayoman di Aula Lapas Pangkalpinang, Selasa (28/7). Kegiatan ini tandai dimulainya proses pembelajaran sekaligus bangun semangat dan kesiapan peserta didik ikuti pendidikan kesetaraan.
Sosialisasi dibuka Kepala Sekolah PKBM Pengayoman yang juga Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Indri Yudhit, serta diikuti 21 siswa Paket A, 36 Paket B, dan 27 Paket C. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tahun pelajaran baru, tata tertib, kurikulum, sistem evaluasi, serta hak dan kewajiban peserta didik.
Indri Yudhit mengatakan pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembinaan untuk bentuk karakter dan tingkatkan kualitas diri Warga Binaan. Melalui PKBM Pengayoman, peserta didik diharapkan memanfaatkan kesempatan belajar sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
"Kami berharap seluruh peserta didik mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik," ujar Indri.
Senada, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Idham Arafah, mengatakan pendidikan kesetaraan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Warga Binaan kembali ke masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kepatuhan selama menjalani pidana, tetapi juga dari meningkatnya kapasitas dan kesiapan mereka untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun berwirausaha.
"Kami berharap pendidikan kesetaraan menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, atau berwirausaha setelah bebas," kata Idham.
Sementara itu, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Ade Saputra, menegaskan situasi Lapas yang aman dan kondusif menjadi faktor penting agar seluruh program pembinaan, termasuk pendidikan, dapat berjalan optimal.
"Kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban sehingga seluruh kegiatan pembinaan, termasuk pendidikan di PKBM, dapat berjalan tertib, aman, dan lancar. Dengan demikian, peserta didik dapat mengikuti proses belajar secara maksimal," ujar Ade.
Salah seorang peserta didik PKBM, SA, mengaku antusias mengikuti tahun pelajaran baru. Ia menilai kesempatan belajar yang diberikan Lapas menjadi motivasi untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan.
"Saya bersyukur masih diberikan kesempatan untuk bersekolah. Saya ingin belajar lebih sungguh-sungguh agar memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat dan dapat membanggakan keluarga," ungkap SA.
Melalui penyelenggaraan PKBM Pengayoman, Lapas Pangkalpinang terus memperluas akses pendidikan kersetaraan sebagai bagian dari pembinaan. Program ini diharapkan meningkatkan kompetensi Warga Binaan sekaligus mendukung proses eintegrasi sosial setelah mereka menyelesaikan masa pidana. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


