Selesaikan Kegiatan Magang, Bapas Banjarmasin Apresiasi Keaktifan Mahasiswa UNISKA MAB
Banjarmasin, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Banjarmasin apresiasi 10 mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) yang resmi mengakhiri kegiatan magang setelah melaksanakan praktik lapangan selama kurang lebih satu bulan sejak Januari 2026, Rabu (25/2). Selama menjalani magang, para peserta terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari pendampingan proses penelitian kemasyarakatan, observasi Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan, hingga kegiatan bimbingan Klien Pemasyarakatan di dalam dan luar kantor.
Kegiatan magang ini merupakan wujud sinergi antara dunia akademik dan institusi Pemasyarakatan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam memahami secara langsung tugas dan fungsi Pemasyarakatan, khususnya di bidang pembimbingan kemasyarakatan.
Para peserta juga diberi kesempatan untuk memahami secara komprehensif alur kerja Pemasyarakatan berbasis pembimbingan, termasuk teknik wawancara, asesmen risiko dan kebutuhan, serta penyusunan rekomendasi profesional yang menjadi dasar pertimbangan Aparat Penegak Hukum. Melalui keterlibatan aktif tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman administratif, tetapi juga memahami dimensi sosial dan psikologis dalam proses reintegrasi Klien Pemasyarakatan ke tengah masyarakat.
Kepala Bapas Banjarmasin, Nirhono Jatmokoadi, menegaskan kehadiran mahasiswa memberikan energi positif dan perspektif akademik yang konstruktif bagi pelaksanaan tugas Bapas. “Kami menyambut baik kolaborasi dengan UNISKA MAB. Para mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempelajari proses pembimbingan Klien Pemasyarakatan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam pengembangan kompetensi mereka ke depan,” harapnya.
Dosen pendamping mahasiswa magang, Gazali, turut menyampaikan tanggapan positif atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai Bapas Banjarmasin telah memberikan ruang pembelajaran yang komprehensif dan aplikatif bagi para mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai pengamat, tetapi dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran lapangan. Ini menjadi pengalaman akademik yang sangat bernilai dan relevan dengan kebutuhan kompetensi lulusan,” ujar Gazali.
Salah seorang peserta magang, Muhammad Aulia Rizqy, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Ia memperoleh banyak pengalaman dan pemahaman baru terkait peran strategis Pembimbing Kemasyarakatan dalam sistem peradilan pidana.
“Selama satu bulan di Bapas, kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana proses pembimbingan Klien Pemasyarakatan dilakukan secara profesional dan humanis. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membuka wawasan kami tentang pentingnya pendekatan sosial dalam proses reintegrasi,” tutur Aulia.
Melalui kegiatan magang ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara dunia akademik dan institusi Pemasyarakatan, sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap Sistem Pemasyarakatan yang berorientasi pada pembimbingan, pendampingan, dan reintegrasi sosial. (IR)
Kontributor: Bapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


