Sidang TPP di Lapas & Rutan Bahas Pemindahan serta Pengusulan Asimilasi & Integrasi WBP

Sidang TPP di Lapas & Rutan Bahas Pemindahan serta Pengusulan Asimilasi & Integrasi WBP

Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wahai gelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) terkait usulan pemindahan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berjumlah dua orang dari Lapas Wahai ke Lapas Geser, Jumat (28/1). Pemindahkan WBP yang dilakukan atas permintaan sendiri agar dekat dengan tempat tinggal WBP tersebut dan mempermudah kunjungan/penitipan barang dari keluarga.

Mansur Namkatu selaku Kepala Lapas Wahai memberikan arahannya di depan WBP yang mengikuti Sidang TPP. “Jaga Amanah yang diberikan petugas kepada kalian. Berperilaku baik dan taat terhadap peraturan di mana pun kalian berada. Jangan sampai melanggar hukum. Jaga selalu keamanan dan ketertiban,” pintanya.

Pesan serupa disampaikan Ketua Sidang TPP, Merpaty S. Mouw. “Sidang TPP ini merupakan salah satu pemenuhan kewajiban Lapas terhadap WBP. Untuk itu, diharapkan semua WBP yang telah diberikan haknya tetap menjaga perilaku dan sikap di mana pun ia berada,” pesannya.

Sementara itu, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon kembali mengikuti Sidang TPP di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Ambon, Senin (31/1). PK yang mengikuti Sidang TPP berjumlah 13 orang terdiri dari satu PK Muda, sembilan PK Pertama, serta dua Asisten PK (APK) Terampil dan Mahir terhadap 15 WBP untuk keperluan pengusulan program Asimilasi dan Reintegrasi.

Sidang TPP yang diselenggarakan di Rutan Ambon bertujuan mengumpulkan data WBP yang menurut masa pidananya sudah waktunya untuk pengusulan Asimilasi dan Reintegrasi Sosial. Sidang TPP juga untuk memenuhi hak-hak WBP dalam peningkatan pembinaan.

Ada tiga poin penting yang ditekankan Pelaksana Tugas Kepala Bapas Ambon, Fifi Firda, yang perlu disampaikan dalam Sidang TPP. Pertama, masalah residivis dalam pengusulan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) harus lebih teliti agar tidak terjadi kesalahan. Kedua, sesuai hasil evaluasi dalam Sidang TPP Bapas Ambon, PK dalam melakukan wawancara belum mempunyai tempat khusus untuk mewawancarai WBP sehingga PK dapat menyampaikan aspirasi mereka untuk dalam melakukan wawancara bagi WBP. Pihak Rutan diharapkan menyediakan tempat khusus untuk proses wawancara sehingga tidak ada gangguan apapun sehingga WBP dapat memberikan informasi secara lengkap dan terperinci. Ketiga, Klien/WBP wajib menyediakan penjamin yang jelas. Minimal keluarga terdekat, maksimal kakak atau saudara kandung, bisa juga orang tua. Hal ini menjadi sangat penting untuk dapat memudahkan PK melakukan pengawasan nantinya. 

“PK dan APK jangan sekadar ikut sidang, namun harus aktif memberikan masukan. Jangan diam, harus aktif berbicara. Apa yang menjadi kendala-kendala ketika melakukan pembimbingan maupun pengambilan data Litmas harus sampaikan dalam Sidang TPP supaya dapat dicarikan solusi terbaik dalam menyelesaikan kendala-kendala tersebut,” pesan Fifi.

Sementara itu, PK Muda Bapas Ambon, Eldo Salelsatu, berharap selama dalam proses pengusulan seluruh WBP tetap menahan diri, tidak membuat onar, berkelakuan baik, taat dan patuh kepada petugas, serta ikut pembinaan yang diselenggarakan pihak Rutan sehingga proses pengusulan Asimilasi dan Reintegrasi bisa mereka peroleh.

“Sekali lagi saya ingatkan, jangan sekali-kali ketika masih dalam proses pengusulan, kalian melakukan pelanggaran karena pasti berakibat fatal, yakni pembatalan pengusulan Asimilasi dan Reintegrasi. Saudara-saudara juga wajib melengkapi data diri masing-masing, secara administratif juga harus lengkap, bahkan penjaminnya harus berasal dari keluarga terdekat. Kalau penjaminnya tidak jelas, maka pengusulan bisa saja mengalami penundaan,” tutup Eldo. (IR)

 

Kontributor: Lapas Wahai, Bapas Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0