Sidang TPP Pastikan Hak Integrasi WBP Lapas Cilegon Terpenuhi

Sidang TPP Pastikan Hak Integrasi WBP Lapas Cilegon Terpenuhi

Cilegon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) perdana tahun 2021, Kamis (21/1) di lorong atas Gedung 2 Lapas Cilegon. Sidang TPP dihadiri Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Narapidana/Anak Didik, Kasi Kegiatan Kerja, Kepala Subseksi (Kasubsi) Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Kasubsi Keamanan, Kasubsi Bimbingan Kerja, serta 18 WBP Lapas Cilegon. Hadir pula Kepala Bapas (Kabapas) Serang melalui videoconference.

Muhammad Khapi selalu Ketua TPP Lapas Cilegon menjelaskan WBP yang mengikuti Sidang TPP adalah mereka yang telah melalui proses pengamatan selama menjalani masa pidana. Salah satunya berperan aktif dalam program pembinaan dengan catatan berkelakuan baik dan telah menjalani setengah dari masa pidana yang telah diterima.

Selain memenuhi hak integrasi bagi WBP, Sidang TPP juga dilaksanakan sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI (Permenkumham) No. 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

“Kalian harus menaati aturan yang ada di lapas. Bagi kalian yang akan diusulkan program agar segera melengkapi berkas yang diperlukan,” pesan Khapi kepada WBP yang mengikuti Sidang TPP.

Sementara itu, Kabapas Serang, Cipto Edy, menyampaikan dalam memenuhi hak para WBP usulan-usulan tersebut harus terpenuhi persyaratan secara administratif dan substantif, sedangkan untuk program Asimilasi di rumah karena COVID-19 sudah jelas dilaksanakan sesuai Permenkumham No. 32 Tahun 2020. Dari 18 WBP yang diusulkan Asimilasi di rumah, delapan orang akan dilimpahkan ke bapas lain di luar Bapas Serang dikarenakan penjamin mereka berdomisili di luar Kota Serang.

“Saya berpesan agar WBP melapor ke Pembimbing Kemasyarakatan bapas melalui video call sepekan sekali, patuhi protokol kesehatan jika nanti sudah di luar lapas, dan jangan sampai mengulang kembali pelanggaran hukum saat nanti sedang proses Asimilasi di rumah,” pesan Cipto.

Ia mengingatkan Asimilasi di rumah bukan bebas murni. “Jika melakukan kembali pelanggaran hukum, maka Asimilasi di rumah akan dibatalkan dan ada pertambahan hukuman,” tegas Kabapas. (IR)

 

 

 

Kontributor: Lapas Cilegon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0