Taruna Muda Poltekip Ikuti Sidang TPP bersama PK Bapas Ambon

Taruna Muda Poltekip Ikuti Sidang TPP bersama PK Bapas Ambon

Ambon, INFO_PAS - Taruna Muda Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Politeknik) Angkatan 55, Dewi Watimena, berkesempatan mengikuti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bersama seluruh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon, Selasa (6/7). Keikutsertaan Taruna Muda Poltekip ini sebagai bentuk implementasi dari kegiatan orientasi lapangan yang merupakan media pengenalan bagi Taruna untuk memperoleh pengalaman nyata tentang pelaksanaan tugas dan fungsi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan guna penentuan program pembinaan dan pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan

 

“Kami harap Taruna tersebut tersebut dapat tumbuh dan berkembang kecintaan terhadap profesinya, khususnya memahami dengan baik seluruh tugas fungsi Bapas,” harap Kepala Bapas Ambon, Aminah Kilkoda.

 

Taruna Muda Poltekip, Dewi Watimena, merasa senang karena diikutsertakan dalam Sidang TPP yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ambon. “Hal ini sangat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman saya berkaitan dengan pengenalan seperti apa proses Sidang TPP yang diselenggarakan pada UPT Pemasyarakatan serta syarat dan tata cara pemberian Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Asimilasi di rumah,” ucap Dewi.

 

Sebagaimana Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) RI Nomor 24 Tahun 2021 tentang perubahan atas Permenkumham RI Nomor 32 Tahun 2020, PK memiliki kesempatan mengikuti Sidang TPP di Lapas. Adapun jumlah calon klien Bapas yang akan mendapat Asimilasi di rumah dan Integrasi adalah 45 narapidana.

 

Salah satu PK Pertama Bapas Ambon, Reinaldy Muchlis, mengharapkan seluruh WBP yang mendapatkan kesempatan untuk Asimilasi di rumah dan Integrasi agar tidak melakukan kesalahan yang merugikan diri sendiri, tidak berpindah-pindah tempat tanpa adanya komunikasi, dan menggunakan nomor ponsel yang bisa dihubungi. “Ketika Klien mengikuti proses pembimbingan di Bapas Ambon, diwajibkan mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Klien tidak diperkenankan keluar daerah tanpa adanya komunikasi dengan pihak Bapas sebelum masa pembimbingan berakhir,” tegas Reinaldy.

 

Ketika berada di luar, ia juga meminta Klien jangan sekali-kali melakukan kesalahan atau tindak pidana yang sama atau tindak pidana lainnya karen Bapas dengan tegas akan mencabut Asimilasi maupun Integrasi dan segera melakukan penangkapan terhadap Klien yang kembali mengulang tindak pidana tersebut. (IR)

 

 

 

Kontributor: Ody S.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0