Tiga Napiter Lapas Cirebon Berikrar Setia kepada NKRI
Cirebon, INFO_PAS – Sebanyak tiga Narapidana tindak pidana terorisme (Napiter) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon ucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kamis (17/9). Bertempat di aula Lapas Cirebon, kegiatan tersebut jadi salah satu tahapan dalam proses pembinaan Napiter.
Dalam kegiatan tersebut, para Napiter membacakan ikrar setia NKRI, mencium bendera Merah Putih, menandatangani berkas ikrar, serta menyampaikan Pancasila dan yel-yel “NKRI Harga Mati”.
Dalam ikrar tersebut, para Napiter menyatakan melepaskan baiat terhadap amir mana pun dan/atau melepaskan diri dari amir organisasi jihad radikal lainnya.
“Saya menyesali kesalahan yang telah saya lakukan dan tidak akan bergabung dengan amir kelompok teroris lainnya yang terlibat dan menyetujui aksi teror di mana pun di dunia ini,” tutur MRT saat membacakan ikrar setia NKRI.
Para Napiter juga menyatakan bahwa ikrar tersebut disampaikan tanpa tekanan maupun paksaan dari pihak mana pun.
“Karena saya telah menyadari bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tidak bertentangan dengan Islam dan pemahaman agama yang saya yakini,” ucapnya.
“Saya sadar keputusan ini adalah langkah penting dalam hidup. Saya ingin menjadi warga negara yang baik, yang berkontribusi positif bagi bangsa ini,” tegas GWN.
“Saya akan menjalani sisa masa hukuman dengan lebih baik dan berusaha memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan setia kepada NKRI,” janji RMH.
Kepala Lapas Cirebon, Suranto, menyebut ikrar tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan Napiter.
“Ikrar setia NKRI bukan hanya simbolik, tapi juga menandai perubahan pola pikir dan sikap para Napiter yang tentunya melalui proses panjang serta konsisten dalam pembinaan,” tegasnya.
Suranto mengatakan kembalinya Napiter ke tengah masyarakat tidak berhenti pada pengucapan ikrar, tetapi perlu dilanjutkan dengan proses pembinaan dan kesiapan untuk berkontribusi secara positif.
“Itulah janji yang harus mereka tunaikan sebagai tekad dan jihadnya untuk Indonesia sebagaimana yang telah dilakukan oleh para pahlawan pendahulu yang memerdekakan bangsa ini,” ungkap Suranto.
Ia menjelaskan, ikrar setia NKRI menjadi salah satu syarat bagi Napiter untuk melanjutkan tahapan pembinaan berikutnya, termasuk proses reintegrasi sosial.
“Proses ini merupakan bagian dari pembinaan selanjutnya. Ini menjadi salah satu syarat agar yang bersangkutan dapat kita lanjutkan proses pembinaannya ke arah integrasi,” jelasnya.
Suranto juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan program deradikalisasi di Lapas Cirebon.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang bekerja sama, mulai dari BNPT, Densus 88, Kantor Wilayah, hingga jajaran APH seperti Polri, TNI, dan Kejaksaan yang turut menyaksikan serta mendukung proses ini,” imbuhnya.
Di penghujung acara, dilaksanakan penandatanganan monumen ikrar NKRI oleh Kepala Lapas Cirebon dan perwakilan instansi terkait. Lapas Cirebon selanjutnya akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan para Napiter sebagai bagian dari proses pembinaan dan persiapan menuju reintegrasi sosial. (afn)
Kontributor: Humas Lapas I Cirebon
What's Your Reaction?


