Tingkatkan Kualitas Ramadan, Rutan Majene Bekali Warga Binaan Pemahaman Taharah dan Praktik Wudu

Tingkatkan Kualitas Ramadan, Rutan Majene Bekali Warga Binaan Pemahaman Taharah dan Praktik Wudu

Majene, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene berikan kelas fikih bagi Warga Binaan, Kamis (19/2). Bertempat di Aula Rutan Majene, kegiatan ini merupakan program pembinaan kepribadian sebagai upaya meningkatkan pemahaman keagamaan dan membentuk karakter Warga Binaan yang lebih baik selama Ramadan.

Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menuturkan pembinaan keagamaan merupakan salah satu fondasi penting dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan. “Pembinaan keagamaan seperti ini diharapkan memberikan bekal spiritual bagi Warga Binaan. Melalui pemahaman fikih yang benar, mereka tidak hanya menjalankan ibadah secara rutin, tetapi juga memahami makna dan tata cara yang sesuai tuntunan agama,” tuturnya.

Christy menegaskan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai komitmen Rutan Majene dalam memberikan pembinaan yang komprehensif. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan bermanfaat, baik dari sisi kepribadian maupun keterampilan. Harapannya, Warga Binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” harapnya.

Kegiatan ini dipandu oleh peserta magang nasional di Rutan Majene, Husuniah, untuk memberikan pemahaman dasar mengenai fikih ibadah, khususnya terkait taharah (bersuci) dan tata cara wudu yang benar sesuai syariat Islam. Adapun kegiatan ini terdiri dari pemberian materi taharah dan praktik wudu bagi Warga Binaan sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Husuniah menjelaskan kelas fikih difokuskan pada pemahaman dasar yang sering kali dianggap sederhana, namun sangat penting dalam ibadah sehari-hari. “Materi taharah dan wudu merupakan dasar dari sah atau tidaknya ibadah salat. Karena itu, kami berusaha menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami dan memberikan praktik langsung agar Warga Binaan benar-benar memahami tata caranya,” jelasnya.

Husuniah berharap kegiatan ini memberikan dampak positif berkelanjutan bagi para peserta “Kami berharap apa yang dipelajari hari ini terus diamalkan. Tidak hanya selama berada di Rutan, tetapi juga setelah kembali ke lingkungan masyarakat,” harapnya.

Salah seorang Warga Binaan, Amrillah, bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dari sekadar teori.  “Kami sangat bersyukur ada kelas seperti ini. Kadang kami merasa sudah tahu cara wudu, tetapi ternyata masih ada yang perlu diperbaiki. Semoga kegiatan seperti ini terus ada agar kami belajar lebih banyak lagi,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kelas fikih ini, Rutan Majene berharap pembinaan keagamaan menjadi sarana introspeksi dan perbaikan diri bagi Warga Binaan sehingga mampu membentuk pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Majene

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0