Urine petugas Lapas Muaro dites BNNP

Padang (ANTARA News) - Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sumatera Barat melaksanakan tes urine petugas maupun pegawai di Lembaga Pemasyarakat Muaro Kelas IIA Padang. "Kita hari ini (Rabu) telah dilakukan tes urine petugas maupun pegawai," kata Kepala Lapas Muaro Padang, Elly Yuzar di Padang, Rabu. Menurut dia, tes urine dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya petugas maupun pegawai lain di LP tersebut yang menggunakan narkoba. Jika sampai ada yang menggunakan narkoba tentu akan menjadi ancaman bagi Lapas Muaro Padang. "Jika ada yang terbukti dari hasil tes urine, petugas maupun napi akan diberikan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Elly Yuzar. Dia menambahkan, sampel urine yang diambil dari petugas maupun pegawai tersebut selanjutnya dibawa ke laboratorium. "Hasil tes urine narkoba dapat diketahui setelah tiga hari," katanya. Dia mengatakan, untuk pemeriksaan urine kepada petugas maupun pegawai Lapas Muaro Padang

Urine petugas Lapas Muaro dites BNNP
Padang (ANTARA News) - Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sumatera Barat melaksanakan tes urine petugas maupun pegawai di Lembaga Pemasyarakat Muaro Kelas IIA Padang. "Kita hari ini (Rabu) telah dilakukan tes urine petugas maupun pegawai," kata Kepala Lapas Muaro Padang, Elly Yuzar di Padang, Rabu. Menurut dia, tes urine dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya petugas maupun pegawai lain di LP tersebut yang menggunakan narkoba. Jika sampai ada yang menggunakan narkoba tentu akan menjadi ancaman bagi Lapas Muaro Padang. "Jika ada yang terbukti dari hasil tes urine, petugas maupun napi akan diberikan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Elly Yuzar. Dia menambahkan, sampel urine yang diambil dari petugas maupun pegawai tersebut selanjutnya dibawa ke laboratorium. "Hasil tes urine narkoba dapat diketahui setelah tiga hari," katanya. Dia mengatakan, untuk pemeriksaan urine kepada petugas maupun pegawai Lapas Muaro Padang dilakukan secara berkala. "Kita lakukan secara berkala namun waktunya masih dirahasiakan, setelah dilakukan terhadap pegawai selanjutnya dilakukan kepada napi," katanya. Menurut dia, indikasi peredaran narkoba di Lapas berawal dari oknum pengunjung yang membawa narkoba kemudian menyalurkan kepada napi. "Sudah pasti jika ada narkoba yang dikonsumsi oleh napi tentu asalnya dari luar," katanya. Dia menambahkan, pada umumnya oknum pengunjung yang membawa barang haram itu melakukan berbagai cara untuk meloloskan narkoba. "Namun petugas berhasil mengamankan oknum pengunjung tersebut dan diserahkan kepada pihak kepolisian," ujarnya Berdasarkan data dalam dua bulan belakangan terakhir, petugas telah mengamankan sekitar tujuh orang pengunjung yang membawa barang haram tersebut. "Pengunjung kedapatan membawa narkoba langsung di erahkan kepada kepolisian," kata Elly Yuzar. (ZON/S023)
Editor: B Kunto Wibisono

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0