Warga Binaan Lapas Banjarmasin Pelajari Proses Pembuatan Pupuk Kompos

Warga Binaan Lapas Banjarmasin Pelajari Proses Pembuatan Pupuk Kompos

Banjarmasin, INFO_PAS - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus dibekali keterampilan kemandirian, salah satunya melalui praktik pembuatan pupuk kompos yang dilaksanakan di area kegiatan kerja, Selasa (28/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari pemanfaatan limbah organik sekaligus dukungan terhadao program pertanian berkelanjutan di dalam Lapas.

Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan, F, menjelaskan bahwa bahan utama pembuatan kompos berasal dari limbah organik sehari-hari, seperti sisa dapur dan potongan sayuran, di antaranya terong, labu, kangkung, sawi, timun, nangka, dan selada. “Kami mengolah limbah dapur menjadi pupuk, sehingga tidak ada bahan alami yang terbuang, semuanya bisa dimanfaatkan kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembuatan kompos bertujuan menyuburkan tanah sekaligus mengurangi limbah dapur organik. Tidak semua jenis sampah dapat digunakan, hanya sampah organik yang diperbolehkan, sementara sampah anorganik serta bahan berbahaya dan beracun (B3) harus dihindari.

Proses pembuatan kompos dilakukan secara sederhana, dimulai dari mencacah bahan organik hingga halus, kemudian ditambahkan air cucian beras dan molase untuk mempercepat proses dekomposisi. Selanjutnya, bahan tersebut didiamkan selama kurang lebih dua hingga tiga bulan di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik.

“Jika kompos sudah jadi, biasanya warnanya lebih gelap, teksturnya remah, dan tidak berbau menyengat,” jelas F.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian Warga Binaan.

“Kami mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi kompos agar memiliki nilai guna. Selain mendukung program pertanian, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran lingkungan kepada Warga Binaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan dan aplikatif. “Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga membangun pola pikir produktif dan peduli lingkungan. Harapannya, ilmu ini dapat mereka terapkan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Kompos yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah di lahan pertanian Lapas, sehingga tercipta siklus yang saling mendukung antara pengelolaan limbah dan program kemandirian. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0