Warga Binaan Lapas Cibinong Jalani Ujian Tasmi’ Al-Qur’an, Beberapa Hafal Hingga Delapan Juz
Cibinong, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong tegaskan komitmennya dalam pembinaan karakter melalui pelaksanaan ujian Tasmi’ untuk Warga Binaan program tahfiz Al-Qur’an. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor bertempat di Mesjid At-Taubah Lapas Cibinong, Rabu (11/2).
Ujian Tasmi’ merupakan metode memperdengarkan hafalan Al-Qur’an secara langsung di hadapan penguji dari Kemenag Kabupaten Bogor, yakni Ustaz Deden Ibnu Akil, yang mengukur kualitas hafalan, kelancaran, dan ketepatan tajwid. Dari 34 peserta yang mengikuti ujian, beberapa di antaranya telah mencapai hafalan hingga delapan juz, sebuah capaian yang membanggakan dalam proses pembinaan di Lapas.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Ricky Robby Rizkiawan, menjelaskan ujian Tasmi’ dilakukan secara terstruktur dan bertahap sesuai capaian hafalan masing-masing peserta. “Secara teknis, ujian Tasmi’ dilaksanakan dengan sistem pemanggilan per kelompok kecil agar proses penilaian lebih optimal dan fokus. Setiap peserta memperdengarkan hafalan sesuai target juz yang telah diverifikasi sebelumnya oleh pembimbing internal. Penilaian meliputi kelancaran, ketepatan tajwid dan adab dalam membaca Al-Qur’an. Kami juga memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif agar peserta maksimal dalam mengikuti ujian,” jelasnya.
Sementara itu, Ustaz Deden Ibnu Akil mengapresiasi kesungguhan para peserta. “Semangat para Warga Binaan dalam menghafal Al-Qur’an sangat luar biasa. Tasmi’ menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi agar mereka terus istikamah menjaga hafalan dan memperbaiki bacaan. Saya melihat perkembangan yang sangat baik, bahkan ada yang sudah mencapai hafalan 8 juz,” ungkapnya.
Para peserta pun merasakan dampak langsung dari program tahfiz ini. Selain meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, mereka melaporkan perubahan sikap, peningkatan disiplin, dan rasa percaya diri yang lebih kuat. Program ini tidak hanya menekankan aspek spiritual, tetapi juga membantu Warga Binaan menemukan arah hidup yang lebih positif dan konstruktif selama menjalani masa pembinaan.
Salah satu Warga Binaan berinisial HR mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya bisa mengikuti program tahfiz di Lapas. “Awalnya saya tidak menyangka bisa menghafal Al-Qur’an sejauh ini. Program ini membuat saya lebih tenang dan punya tujuan hidup yang lebih baik. Saya ingin terus menambah hafalan dan memperbaiki diri,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan program tahfiz dan pelaksanaan ujian Tasmi’ merupakan pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter Warga Binaan agar lebih religius dan berakhlak baik. “Pembinaan tahfiz Al-Qur’an ini bukan hanya tentang hafalan, tetapi juga tentang membangun kedisiplinan, ketekunan, dan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Kami bangga melihat semangat Warga Binaan yang mampu menghafal hingga beberapa juz. Ini menjadi bukti Lapas adalah tempat pembinaan dan perbaikan diri,” ujarnya.
Ujian Tasmi’ menjadi pembinaan berkelanjutan di Lapas Cibinong dalam membentuk pribadi Warga Binaan yang religius, disiplin, dan siap kembali ke masyarakat dengan semangat perubahan yang positif. Melalui kolaborasi bersama Kemenag Kabupaten Bogor, Lapas Cibinong terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek spiritual sebagai fondasi utama dalam proses reintegrasi sosial. (IR)
Kontributor: Lapas Cibinong
What's Your Reaction?


