Warga Binaan Rutan Marabahan Ciptakan Miniatur Truk dan Rumah Adat Banjar
Marabahan, INFO_PAS - Memanfaatkan limbah kayu dan sisa triplek yang sudah tidak terpakai, Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Marabahan terampil menyulap bahan tersebut menjadi miniatur truk hingga replika rumah adat Banjar yang sarat akan nilai budaya. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Rutan Marabahan dalam memberikan bekal keterampilan bagi Warga Binaan agar mereka memiliki kemandirian ekonomi setelah bebas nanti.
Pada Jumat (10/4), proses pembuatan kerajinan ini berlangsung di bawah pengawasan dan bimbingan langsung Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Made Urif, yang turun tangan mendampingi Warga Binaan. Dengan memanfaatkan limbah kayu dan triplek yang tidak terpakai, Warga Binaan diajari cara mengukur, memotong, merakit, hingga mengamplas dan mengecat setiap komponen dengan teliti.
Made menegaskan pembinaan ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan cara untuk mengubah pola pikir narapidana agar lebih produktif dan percaya diri terhadap potensi yang mereka miliki. "Kami ingin Warga Binaan tidak menyia-nyiakan waktu selama berada di sini. Melalui kerajinan tangan ini, mereka belajar kesabaran, ketelitian, dan kreativitas. Limbah kayu yang tadinya tidak bernilai bisa mereka ubah menjadi karya yang indah dan memiliki nilai jual. Kami berharap keterampilan ini menjadi modal usaha ketika mereka nanti kembali ke keluarga dan masyarakat,” harapnya.
Salah seorang Warga Binaan berinisial MF antusias bisa belajar keterampilan baru dan merasa bangga dapat menghasilkan karya yang mencerminkan identitas daerah Kalimantan Selatan melalui miniatur rumah adat Banjar dan miniatur truk. “Selain mengisi waktu dengan hal positif, kami juga belajar membuat kerajinan yang memiliki nilai jual. Harapannya, keterampilan ini bisa kami kembangkan setelah bebas nanti,” ujarnya. (IR)
Kontributor: Rutan Marabahan
What's Your Reaction?


