20 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Belajar Membuat Tahu Organik

20 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Belajar Membuat Tahu Organik

Malang, INFO_PAS – Sebanyak 20 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang ikuti pelatihan pembuatan tahu organik bersama Yayasan Berkat Efesus Sejahtera (Yabes), Rabu (28/10). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari keterampilan pengolahan pangan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha.

Didampingi sembilan perwakilan Yabes, peserta ikuti pembukaan dan doa sebelum memasuki materi serta praktik pengolahan kedelai. Selama empat jam, mereka mempelajari tahapan pembuatan tahu, mulai dari membersihkan kedelai hingga proses pengolahan selanjutnya.

Petugas Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Perempuan Malang, Sulastianingsih, menilai keterampilan praktis seperti ini dapat memperluas wawasan Warga Binaan mengenai peluang usaha setelah bebas.

“Belajar membuat tahu mungkin terlihat sederhana, tetapi dari sini Warga Binaan bisa mengenal proses produksi, memahami cara mengolah bahan pangan, dan melihat bahwa keterampilan seperti ini punya peluang untuk dikembangkan,” ujarnya.

Pengurus Yabes, Nelson Sembiring, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan mengenalkan keterampilan yang dapat dipelajari melalui praktik langsung.

“Kami ingin Warga Binaan mendapat pengalaman baru, bukan sekadar melihat bagaimana tahu dibuat, melainkan mengenal prosesnya. Mudah-mudahan pengetahuan ini bisa menjadi salah satu bekal yang berguna bagi mereka ke depan,” ungkap Nelson.

Salah seorang peserta, Kt, mengaku mendapat pengetahuan baru tentang proses pembuatan tahu. Menurutnya, praktik langsung memberikan gambaran mengenai tahapan dan ketelitian yang diperlukan untuk menghasilkan produk pangan.

“Dari pelatihan ini saya jadi tahu bagaimana proses pembuatan tahu. Menyenangkan bisa belajar sesuatu yang baru. Semoga ilmu yang didapat bisa terus diingat dan suatu saat bisa dipraktikkan di luar,” tutur Kt.

Melalui pelatihan ini, Lapas Perempuan Malang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk menambah keterampilan pengolahan pangan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan menjadi bekal saat kembali ke masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Perempuan Malang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0