5 WBP Rutan Prabumulih Jalani Sidang TPP

Prabumulih, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Prabumulih menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bagi lima Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus narkoba, pencurian, perlindungan anak, dan senjata api, Sabtu (5/3). Empat diantaranya mengikuti program pembinaan lanjutan Pembebasan Bersyarat (PB)  dan satu orang mengikuti program Cuti Bersyarat (CB). Sidang TPP ini dipimpin oleh Kepala Rutan (Karutan) Prabumulih, Syukron Hamdani, didampingi Ermiadi selaku Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Endang Ismanto. “Pengajuan PB dan CB tahun ini sudah terpola dan syarat sudah diterapkan dari awal Januari bahwa setiap yang akan mengajukan untuk program pembinaan lanjutan, terutama pada kasus kasus narkoba, sebelum pengajuan atau usulan harus menjalani tes urin di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih,” tegas Karutan. Ia menjelaskan pihak rutan telah melakukan MoU dengan BNN maupun kepolisian setempat.

5 WBP Rutan Prabumulih Jalani Sidang TPP
Prabumulih, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Prabumulih menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bagi lima Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus narkoba, pencurian, perlindungan anak, dan senjata api, Sabtu (5/3). Empat diantaranya mengikuti program pembinaan lanjutan Pembebasan Bersyarat (PB)  dan satu orang mengikuti program Cuti Bersyarat (CB). Sidang TPP ini dipimpin oleh Kepala Rutan (Karutan) Prabumulih, Syukron Hamdani, didampingi Ermiadi selaku Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Endang Ismanto. “Pengajuan PB dan CB tahun ini sudah terpola dan syarat sudah diterapkan dari awal Januari bahwa setiap yang akan mengajukan untuk program pembinaan lanjutan, terutama pada kasus kasus narkoba, sebelum pengajuan atau usulan harus menjalani tes urin di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih,” tegas Karutan. Ia menjelaskan pihak rutan telah melakukan MoU dengan BNN maupun kepolisian setempat. “Bila sewaktu-waktu Surat Keputusan (SK) PB dan CBbnsudah turun atau keluar, maka akan di tes urin lagi di BNN. Bila ada indikasi pemakaian narkoba yang dibuktikan dengan hasil tes urin, maka SK-nya akan dicabut atau dibatalkan,” lanjut Syukron. Selain tes urin, para WBP juga harus mengikuti pelbagai tes seperti shalat lima waktu dan hapalan ayat pendek sebanyak 15 ayat. “Usai sidang TPP, kalian akan tetap diberi arahan dan tugas seperti mengikuti pelaksanaan Shalat Jumat dan mengikuti pengajian yang secara rutin diadakan dua kali seminggu,” imbau Karutan. “Semua ini jangan jadikan beban, namun bertujuan untuk diri kalian usao menjalani pidana  dan kembali ke masyarakat maupun untuk keluarga kalian. Apabila kalian sudah menjalani PB dan CB, jangan tersangkut kriminal atau melakukan tindak pidana atau akan dicabut SK-nya dan kalian harus mengulangi serta menjalani sisa pidana ditambah pidana baru,” lanjutnya. Dari hasil sidang kali ini, dua WBP dinyatakan lulus murni, sedangkan tiga orang lainnya harus mengulang karena masih dalam tes hapalan ayat pendek kurang beberapa ayat. (IR)     Kontributor: Asnawi

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0