55 Napi Lapas Semarang Dapatkan SK Crash Program, 28 Orang Langsung Bebas Bersyarat

55 Napi Lapas Semarang Dapatkan SK Crash Program, 28 Orang Langsung Bebas Bersyarat

Semarang, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang melaksanakan Crash Program pemberian Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), serta Pembebasan Bersyarat (PB) bagi 55 narapidana. Pada tahap kedua, sebanyak 28 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Semarang langsung bebas bersyarat, Rabu (19/2).

Kepala Lapas Semarang, Dadi Mulyadi, mengucapkan selamat kepada WBP yang bebas sehingga akhirnya berkumpul kembali dengan keluarga. Ia berpesan agar para WBP bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya dan tidak mengulangi kesalahan yang akan merugikan diri sendiri.

“Untuk periode ini, Crash Program dilaksanakan hingga akhir Maret 2020 dan hanya diberlakukan untuk narapidana yang sudah memasuki 2/3 masa pidana, di antaranya berkelakuan baik," ujar Dadi.

Crash Program merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-1386.PK.01.04.06 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Crash Program Pemberian CB, CMB serta PB Bagi Anak Didik dan Narapidana. Lebih lanjut, surat edaran tersebut juga menyoroti overcrowding di sebagian besar lapas dan rumah tahanan negara di Indonesia hingga 105% dari kapasitas total Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan yang hanya 130.445 orang berdasarkan data Sistem Database Pemasyarakatan.

Kondisi tersebut berimplikasi terhadap timbulnya permasalahan yang dapat menghambat pelaksanaan tugas, fungsi, serta pencapaian tujuan Pemasyarakatan. Menanggapi hal ini, Dadi mengatakan pihaknya menyambut baik dan berkomitmen penuh mendukung segala upaya untuk memecahkan permasalahan overcrowding yang kian marak.

“Kami mendukung dan mengharapkan program tersebut bisa menjadi solusi untuk memecahkan permasalahan kelebihan kapasitas karena kondisi tersebut berimplikasi terhadap timbulnya permasalahan yang dapat menghambat pelaksanaan tugas, fungsi, serta pencapaian tujuan Pemasyarakatan," pungkasnya.

Crash Program pemberian CB, CMB, serta PB bagi narapidana adalah percepatan bagi para narapidana tindak pidana umum atau yang tidak terkait dengan Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 yang 2/3 masa pidananya jatuh hingga tanggal 31 Maret 2020, namun tidak bisa melakukan program integrasi karena pihak keluarga tidak dapat menjadi penjamin. Crash Program dilaksanakan melalui penyederhanaan persyaratan administratif berupa penyederhanaan isi dokumen penelitian kemasyarakatan yang dibuat Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan penunjukkan PK sebagai penjamin apabila narapidana yang bersangkutan tidak memiliki penjamin.

Sebelumnya, di akhir tahun 2019 Lapas Semarang telah melaksanakan Crash Program tahap pertama sebanyak 54 orang. Ini merupakan kerja keras dan hasil kerja sama yang berkesinambungan dari pelbagai pihak.

 

Kontributor: Fajar Sodiq

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0