Anev Semester I 2026, Kakanwil Ditjenpas Kalsel Tegaskan Kanwil Harus Jadi Solusi bagi UPT
Banjarmasin, INFO_PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan langsungkan Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja Semester I Tahun 2026, Senin (13/7). Seluruh tim kerja memaparkan capaian, tantangan yang dihadapi, dan strategi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas pada semester berikutnya.
Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Erwedi, mengungkapkan capaian prestasi yang diraih Kanwil sebagai Terbaik I Kinerja Pelaksanaan Anggaran Kementerian/Lembaga Vertikal Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan kerja keras, disiplin, dan kolaborasi mampu menghasilkan prestasi. Namun demikian, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri maupun terlalu terpaku pada berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas.
"Prestasi patut kita syukuri, tetapi tantangan harus kita jadikan pemicu untuk terus berkembang. Jangan habiskan energi pada kendala. Fokuslah mencari solusi dan melakukan perbaikan. Kanwil hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi sebagai pembina yang memberikan pendampingan nyata kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT). Setiap satuan kerja harus benar-benar merasakan kehadiran Kanwil sebagai tempat mencari solusi atas setiap persoalan," tegas Erwedi.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat fungsi pembinaan terhadap seluruh UPT, baik dalam aspek dukungan manajemen maupun pelaksanaan tugas teknis. Menurutnya, komunikasi yang intensif dan pendampingan berkelanjutan akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan sekaligus meningkatkan kualitas layanan Pemasyarakatan.
Pada kesempatan tersebut, Erwedi turut menyoroti sejumlah program prioritas yang menjadi perhatian pusat, di antaranya pembinaan Warga Binaan, penguatan program ketahanan pangan, hingga penanganan kondisi overcrowded di beberapa Lapas dan Rutan. Ia menegaskan pembinaan harus memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan melalui peningkatan keterampilan, pembentukan karakter, dan kesiapan kembali ke masyarakat. Di sisi lain, program ketahanan pangan perlu terus diperkuat sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional sekaligus sarana pemberdayaan Warga Binaan.
Terkait kondisi hunian, Erwedi meminta jajaran terus melakukan langkah-langkah strategis untuk mengurangi kepadatan melalui distribusi Warga Binaan ke UPT yang kapasitas huniannya masih memadai dengan tetap memperhatikan ketentuan, aspek keamanan, dan hak-hak Warga Binaan. "Pembinaan harus berdampak, ketahanan pangan harus terus berkembang, dan penanganan overcrowded harus dilakukan secara terukur. Semua itu membutuhkan sinergi dan komunikasi yang baik antara Kanwil dan UPT agar setiap kebijakan berjalan efektif," tambahnya.
Dalam sesi pemaparan, setiap tim menyampaikan capaian kinerja selama semester pertamaserta rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program pada semester kedua. Mewakili Tim Pelayanan dan Pembinaan, Rismawati, menyampaikan berbagai target telah terlaksana dengan baik, termasuk pelaksanaan program ketahanan pangan, pemenuhan hak-hak Warga Binaan, layanan integrasi, pembinaan kepribadian dan kemandirian, pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan, dan penguatan koordinasi dengan UPT.
"Kami terus berupaya memastikan setiap program pembinaan berjalan sesuai target, mulai dari pemenuhan hak-hak Warga Binaan, penguatan program ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas pembinaan kepribadian dan kemandirian. Hasil evaluasi ini menjadi bahan perbaikan agar pada semester kedua seluruh indikator kinerja tercapai secara lebih optimal melalui sinergi bersama seluruh UPT," ujar Rismawati.
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Kalsel
What's Your Reaction?


