Asah Kreativitas dan Kemandirian, Warga Binaan Lapas Perempuan Ambon Ikuti Pelatihan Tata Boga
Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Ambon Perempuan Ambon terus tingkatkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan melalui program pembinaan, salah satunya melalui pelatihan tata boga berupa praktik pembuatan roti manis bagi Warga Binaan, Kamis (20/8) Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama Lapas Perempuan Ambon bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kota Ambon sebagai upaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Perempuan Ambon melalui Kepala Subseksi Pembinaan, Wa Otje, menyampaikan kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mengasah kreativitas sekaligus meningkatkan kemandirian Warga Binaan. “Pelatihan ini diharapkan memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan, khususnya dalam membuat roti manis. Selain mengasah kreativitas, keterampilan ini juga menjadi bekal bagi mereka untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung pembuatan roti manis. Warga Binaan didampingi Bakrie Firman selaku instruktur bidang pariwisata bersama petugas Lapas Perempuan Ambon. Peserta mengikuti setiap tahapan dengan antusias, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, membentuk adonan, hingga proses pemanggangan.
Bakrie mengatakan pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktik, tetapi juga membangun keterampilan yang dapat dikembangkan berkelanjutan. “Kami berharap Warga Binaan tidak hanya memahami proses pembuatan roti manis secara teori, tetapi juga mempraktikkannya dengan baik. Keterampilan tata boga seperti ini memiliki peluang untuk terus dikembangkan sehingga dapat menjadi salah satu bekal bagi mereka untuk berwirausaha maupun mencari peluang kerja setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Bakrie juga memuji antusiasme Warga Binaan selama mengikuti pelatihan menjadi hal positif dalam proses pembelajaran. “Peserta cukup antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, membentuk hingga memanggang roti. Semoga keterampilan yang diperoleh terus dipraktikkan dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi mereka ke depannya,” tambahnya.
Salah satu Warga Binaan, C, senang dapat mengikuti pelatihan tersebut karena memperoleh pengalaman dan keterampilan baru. “Semoga keterampilan yang saya pelajari bisa terus saya kembangkan dan menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” harapnya.
Melalui sinergi bersama BPVP Kota Ambon, Lapas Perempuan Ambon terus berupaya menghadirkan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh menjadi modal untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kemandirian saat kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: LPP Ambon
What's Your Reaction?


