Bapas Amuntai dan Rutan Tanjung Perkuat Peran Pemasyarakatan lewat Edukasi bagi Warga Binaan

Bapas Amuntai dan Rutan Tanjung Perkuat Peran Pemasyarakatan lewat Edukasi bagi Warga Binaan

Tanjung, INFO_PAS — Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Amuntai, Subiyanto, pantau kesiapan Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung yang akan menjalani program Pembebasan Bersyarat (PB), Senin (4/5). Kegiatan ini menitikberatkan pada kesiapan fisik, mental, dan pemahaman menyeluruh agar Klien tidak keliru melangkah saat kembali ke tengah masyarakat.

Pada kesempatan itu, dilakukan penyuluhan, dialog interaktif, serta penegasan mengenai hak dan kewajiban Klien selama menjalani masa integrasi. Materi yang disampaikan mencakup kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, kesiapan menghadapi stigma sosial, hingga pentingnya membangun pola hidup produktif setelah bebas.

Kabapas menyampaikan PB bukan akhir dari proses pembinaan, melainkan tahap lanjutan yang menuntut kesiapan pribadi. Kegagalan dalam menjalani program integrasi kerap disebabkan kurangnya kesiapan menghadapi tekanan lingkungan dan minimnya perencanaan hidup setelah bebas.

“Klien harus memahami PB memiliki aturan yang wajib dipatuhi. Mereka harus siap secara fisik dan mental, dan mampu mengendalikan diri agar tidak kembali pada kesalahan yang sama,” tegas Subiyanto.

Sementara itu, Kepala Rutan Tanjung, Raymon Andika Girsang, menyambut baik kegiatan tersebut sebagai sinergi Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dalam mendukung keberhasilan program pembinaan Warga Binaan. Kehadiran Bapas dalam memberikan sosialisasi secara langsung menjadi bekal penting bagi Warga Binaan untuk memahami proses pembinaan secara menyeluruh sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tahapan reintegrasi sosial dengan lebih matang.

“Melalui sosialisasi ini, Warga Binaan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai peran Bapas dalam proses pembimbingan dan reintegrasi sosial. Pemahaman tersebut diharapkan menumbuhkan motivasi bagi Warga Binaan untuk mengikuti program pembinaan dengan baik, menjaga perilaku, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih siap, mandiri, dan bertanggung jawab ketika kembali ke tengah masyarakat,” harap Raymon.

Antusiasme terlihat dari para peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi selama kegiatan berlangsung. Sejumlah Warga Binaan menyampaikan kekhawatiran mereka terkait penerimaan masyarakat, peluang kerja, dan cara menghindari lingkungan lama yang berpotensi membawa pengaruh negatif.

Salah satu Warga Binaan, Hud, mengaku kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru yang lebih realistis.“Saya jadi tahu apa saja yang harus disiapkan. Tidak hanya soal bebas, tapi bagaimana menjalani hidup setelah itu. Saya bertekad memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan,” tegasnya.

Dari pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan meningkatkan pemahaman Warga Binaan mengenai mekanisme dan aturan PB, tumbuhnya kesiapan mental menghadapi kehidupan sosial, serta terbentuknya rencana awal pascabebas yang lebih terarah. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi antara petugas Bapas dan Rutan dalam proses pendampingan Klien sehingga pengawasan dan pembimbingan berjalan lebih optimal setelah Klien berada di luar Lembaga Pemasyarakatan.

Melalui sinergi yang solid, diharapkan tujuan Pemasyarakatan untuk membentuk Warga Binaan menjadi insan yang sadar hukum, produktif, dan mampu berintegrasi kembali secara positif di lingkungan sosial dapat terwujud secara optimal. (IR)

 

 

Kontributor: Bapas Amuntai, Rutan Tanjung

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0