Bapas Tanjungpandan Bawa Inspirasi ke Sekolah Pelosok Belitung lewat Program Bekisah
Belitung, INFO_PAS - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan terus hadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat melalui Program Bapas Berkunjung dan Menginspirasi Sekolah (Bekisah). Kali ini, program tersebut menyapa siswa SD Negeri 4 Sijuk, Dusun Aik Kalak, Desa Pelepak Putih, Kamis (18/12), sekolah yang berada di ujung Kabupaten Belitung dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur.
Berkunjung ke sekolah dengan jumlah siswa hanya 46 orang ini menjadi bukti komitmen Bapas Tanjungpandan untuk menjangkau pendidikan hingga pelosok daerah. Kehadiran petugas Bapas bersama peserta Magang Nasional disambut antusias dan menjadi suntikan semangat bagi para siswa.
Kepala Subseksi Bimbingan Klien Anak, Bobby Revananda, menjelaskan bahwa Bekisah merupakan inovasi edukatif dan humanis yang memperkenalkan tugas Pemasyarakatan sekaligus menanamkan nilai karakter pada anak.
“Melalui Bekisah, Bapas hadir tidak hanya mengenalkan tugas dan fungsi Pemasyarakatan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya pendidikan, antiperundungan, dan antikekerasan di sekolah. Kami ingin pesan ini sampai ke seluruh anak Indonesia, tidak hanya di kota, tetapi juga hingga pelosok,” ujar Bobby.
Kegiatan Bekisah dikemas secara menyenangkan. Pesan anti-bullying disampaikan melalui Lagu Antibully yang dinyanyikan bersama secara kompak dan penuh semangat. Petugas Bapas berperan sebagai “guru sehari” di kelas, berinteraksi langsung dengan siswa, memberikan pelajaran, berbagi cerita, serta menanamkan keberanian untuk bermimpi dan bercita-cita.
Selain edukasi, Bapas Tanjungpandan juga menyerahkan bantuan berupa alat tulis kantor (ATK) untuk menunjang operasional sekolah, serta buku tulis bagi siswa kurang mampu.
Salah satu siswa kelas V, Kenzie, mengaku senang dan termotivasi oleh kegiatan ini. “Saya senang sekali kakak-kakak dari Bapas datang ke sekolah. Jadi tambah semangat sekolah. Saya bercita-cita punya restoran sendiri dan jadi kokinya. Nanti kalau bisa, saya juga mau jadi menteri,” ujarnya penuh percaya diri.
Kepala SD Negeri 4 Sijuk, Apri Judistira, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bapas. “Kami sangat berterima kasih. Dengan jumlah siswa yang sedikit dan lokasi sekolah yang jauh, kehadiran Bapas memberi kebahagiaan tersendiri. Anak-anak menjadi lebih semangat dan mendapatkan pengalaman berharga bertemu orang-orang baru,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan momen simbolis “Melempar Pesawat Cita-Cita”, di mana siswa menuliskan impian mereka pada kertas yang dilipat menjadi pesawat dan diterbangkan bersama. Filosofinya, setiap anak berhak bermimpi setinggi langit, dan pendidikan serta dukungan akan membantu mimpi itu menemukan jalannya.
Perpisahan menjadi momen haru. Saat Tim Bapas Tanjungpandan berpamitan, siswa-siswi berdiri di halaman sekolah melambaikan tangan dengan senyum ceria, mengiringi kepulangan para “guru sehari” yang meninggalkan jejak inspirasi dan harapan di ujung Belitung. (afn)
Kontributor: Humas Bapas Tanjungpandan
What's Your Reaction?


