Selawat Bergema di Lapas Surabaya, Warga Binaan Teladani Akhlak Rasulullah
Sidoarjo, INFO_PAS – Suasana religius selimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di Masjid Nurul Fuad, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya, Selasa (1/9). Kegiatan yang diikuti pegawai dan Warga Binaan ini jadi bagian dari pembinaan kepribadian untuk memperkuat nilai spiritual dan membangun karakter positif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Warga Binaan, dilanjutkan selawat bersama yang diiringi Tim Hadrah Lapas Surabaya. Tim tersebut juga libatkan Warga Binaan yang mengikuti program pembinaan sehingga mereka dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan.
Kepala Lapas Surabaya, Sohibur Rachman, mengajak Warga Binaan jadikan momentum Maulid Nabi sebagai dorongan untuk terus memperbaiki diri.
“Keteladanan Rasulullah dapat menjadi pedoman bagi kita dalam menjalani kehidupan. Mari manfaatkan setiap proses pembinaan untuk membangun kebiasaan dan karakter yang lebih baik,” ujar Sohibur.
Tausiah kemudian disampaikan Ustaz Zaim Afsokh, dari Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Kedamaian Hati”. Ia menekankan pentingnya menjaga lisan, bersabar, memaafkan, dan mengendalikan amarah untuk menciptakan ketenangan dalam diri.
“Kalau kita mampu mengendalikan amarah, menjaga ucapan, dan belajar memaafkan, hati akan lebih mudah mendapatkan ketenangan,” tutur Zaim.
Salah seorang Warga Binaan, S, mengaku mendapatkan pesan positif dari kegiatan tersebut. Menurutnya, tausiah yang disampaikan jadi pengingat untuk terus memperbaiki sikap selama menjalani pembinaan.
“Tausiahnya mengingatkan kami untuk lebih sabar dan menjaga sikap. Ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri selama menjalani pembinaan,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Peringatan Maulid Nabi ini menjadi bagian dari upaya Lapas Surabaya memperkuat pembinaan spiritual dan karakter Warga Binaan. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah diharapkan tidak hanya dipahami melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (afn)
Kontributor: Humas Lapas I Surabaya
What's Your Reaction?


