Belajar Hijaiyah hingga Tajwid, Warga Binaan Lapas Tanjung Asah Kemampuan Mengaji
Tanjung, INFO_PAS – Kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu aspek yang terus dikembangkan dalam pembinaan kepribadian Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung. Melalui pendampingan petugas Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabalong, pembelajaran berlangsung secara bertahap dengan menyesuaikan materi terhadap kemampuan masing-masing peserta, Senin (19/10).
Dalam proses pembelajaran, Warga Binaan mempelajari dasar-dasar membaca Al-Qur’an, mulai dari pengenalan huruf Hijaiyah, makharijul huruf atau tempat keluarnya huruf, hingga penerapan tajwid. Peserta juga berlatih membaca secara berulang untuk meningkatkan ketepatan pelafalan dan kelancaran sesuai tahap kemampuan mereka.
Staf Pembinaan, Lutfi, menjelaskan penyesuaian materi membantu Warga Binaan mengikuti pembelajaran dengan lebih baik. Pendekatan bertahap juga memberi kesempatan kepada peserta untuk memperkuat kemampuan dasar sebelum mempelajari materi berikutnya.
“Kemampuan setiap orang berbeda, jadi kami berupaya agar pembelajaran bisa diikuti sesuai tahap masing-masing. Yang penting mereka terus berlatih, tidak malu bertanya, dan mau memperbaiki bacaan sedikit demi sedikit,” ujar Lutfi.
Petugas Kemenag Kabupaten Tabalong, Mansyur, menyampaikan ketepatan membaca Al-Qur’an perlu dibangun melalui latihan yang konsisten, terutama dalam mengenali huruf dan memahami cara pengucapannya. Ia menilai penguasaan dasar menjadi bekal penting bagi peserta untuk melanjutkan pembelajaran ke tingkat yang lebih baik.
“Kami mengajak peserta untuk tidak terburu-buru. Kenali hurufnya, perhatikan cara pengucapannya, lalu pelajari tajwid secara bertahap. Kalau rutin berlatih, kemampuan membaca bisa terus berkembang,” tutur Mansyur.
Salah satu Warga Binaan, Adang, mengungkapkan pembelajaran tersebut memberinya kesempatan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Ia terbantu dengan materi yang disampaikan secara bertahap sehingga mempelajari kembali dasar-dasar membaca sesuai kemampuannya.
“Saya ingin bacaan Al-Qur’an saya makin baik. Dengan belajar dan berlatih, saya bisa mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki dan terus berusaha agar lebih lancar,” ungkap Adang.
Lapas Tanjung terus kembangkan pembinaan kerohanian melalui kerja sama dengan Kemenag Kabupaten Tabalong agar Warga Binaan memperoleh kesempatan belajar agama berkelanjutan. Melalui pendampingan dan latihan konsisten, pembelajaran Al-Qur’an diharapkan memperkuat nilai spiritual sekaligus menjadi proses perbaikan diri selama menjalani masa pembinaan. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


