Ditjenpas Fasilitasi Produk Warga Binaan Tembus Pasar Pengadaan Pemerintah

Ditjenpas Fasilitasi Produk Warga Binaan Tembus Pasar Pengadaan Pemerintah

Jakarta, INFO_PAS - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) ambil bagian dalam Business Matching Penguatan Iklim Usaha Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk Mendukung Program Prioritas Presiden RI yang digelar mulai Rabu (14/10) hingga Kamis (15/10) di Ballroom & Convention Center, Pullman Jakarta Central Park. Kegiatan yang mempertemukan pelaku UMKM binaan Kementerian/Lembaga dengan Pejabat Pembuat Komitmen ini menjadi panggung bagi produk hasil karya Warga Binaan untuk menunjukkan kualitasnya di level nasional.

Melalui booth pameran Ditjenpas, ditampilkan beragam produk unggulan hasil pembinaan kemandirian dari berbagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Karya yang ditampilkan, antara lain kerajinan kulit (cukli), tas, batik tulis, produk konveksi, hingga produk konstruksi inovatif berupa paving block berbahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) limbah industri yang diolah menjadi material bernilai ekonomi.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan keikutsertaan ini adalah strategi untuk mengubah stigma sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Warga Binaan. "Kami ingin menunjukkan Pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga tempat tumbuhnya keterampilan dan kewirausahaan. Setiap produk di sini adalah hasil dari proses pembelajaran, ketekunan, dan semangat perubahan Warga Binaan. Melalui business matching ini, kami ingin produk mereka tidak hanya bangga dipakai, tapi juga masuk dalam ekosistem pengadaan pemerintah," ujarnya.

Senada, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Masjuno, menambahkan seluruh produk telah melalui proses kurasi kualitas. "Produk Warga Binaan kita sudah sangat kompetitif. Untuk paving block FABA misalnya, sudah uji lab dan kekuatannya tidak kalah dengan produk pabrikan. Batik dan cukli kita juga sudah punya merek. Kami berharap dari pertemuan ini, Kementerian/Lembaga bisa melihat Pemasyarakatan sebagai mitra penyedia barang/jasa yang sah dan berkualitas," harapnya.

Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya calon mitra yang melakukan konsultasi harga dan penjajakan kerja sama di booth Ditjenpas. Sejumlah perwakilan Kementerian/Lembaga mengaku tertarik karena produk Warga Bunaan memiliki cerita sosial dan harga yang kompetitif.

Partisipasi Ditjenpas dalam business matching ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha binaan Pemasyarakatan untuk masuk dalam e-Katalog dan mendukung program penggunaan produk dalam negeri, sekaligus menjadi bekal kemandirian bagi Warga Binaan saat kembali ke masyarakat. Momentum ini juga membuktikan semangat Dua Tahun Gerak Nyata di mana pemerintah bergerak membenahi fondasi dan membangun kemampuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (IR)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1