Lapas Piru Bina Kerohanian Warga Binaan melalui Ibadah Buka Usbu

Lapas Piru Bina Kerohanian Warga Binaan melalui Ibadah Buka Usbu

Piru, INFO_PAS – Menemukan ketenangan di tengah berbagai pergumulan hidup menjadi pesan utama dalam ibadah buka usbu yang diikuti pegawai, peserta magang, dan Warga Binaan beragama Kristen di Gereja Ebenhaezer Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru, Senin (19/10). Melalui ibadah ini, peserta diajak memperkuat iman, menumbuhkan pengharapan, dan menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan.

Ibadah dipimpin Warga Binaan inisial YN dengan pembacaan Alkitab dari Filipi 4:6–7. Firman tersebut mengingatkan umat agar tidak dikuasai kekhawatiran, tetapi membawa setiap pergumulan dalam doa dan permohonan yang disertai ucapan syukur. Pesan ini juga menegaskan janji damai sejahtera Allah yang memelihara hati dan pikiran.

Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Wikrama Jaya, menilai kegiatan keagamaan berperan penting dalam mendukung pembinaan kepribadian Warga Binaan.

“Ibadah seperti ini memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk memperkuat iman, melakukan refleksi diri, dan menumbuhkan nilai-nilai positif. Kami berharap pembinaan keagamaan dapat membantu mereka menjalani masa pembinaan dengan lebih baik,” ujarnya.

Bagi YN, kesempatan memimpin ibadah menjadi pengingat untuk menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui Filipi 4:6–7, saya belajar untuk tidak terus-menerus dikuasai kekhawatiran, tetapi membawa setiap persoalan dalam doa dan tetap bersyukur. Saya berharap firman ini menguatkan kita semua untuk menjalani hari dengan hati yang lebih tenang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh. Ramdhan Basir, menegaskan bahwa pembinaan perlu menyentuh aspek spiritual sekaligus mendorong perubahan perilaku.

“Pembinaan keagamaan merupakan salah satu sarana untuk membangun kesadaran diri dan menanamkan nilai-nilai kebaikan. Kami berharap nilai yang diperoleh dalam ibadah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyatakan bahwa Lapas memfasilitasi kegiatan ibadah sesuai agama masing-masing sebagai bagian dari pembinaan Warga Binaan.

“Kami berkomitmen memfasilitasi kegiatan ibadah sesuai agama masing-masing sebagai bagian dari pembinaan yang humanis. Harapannya, kegiatan ini memperkuat iman, menumbuhkan kedamaian, dan menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri,” tegasnya.

Ibadah buka usbu jadi salah satu sarana pembinaan kepribadian di Lapas Piru untuk dukung penguatan spiritual dan dorong Warga Binaan menjalani proses pembinaan dengan lebih baik. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Piru

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0