Berantas Buta Aksara, Rutan Marabahan dan SKB Batola Hadirkan Pembelajaran Interaktif bagi Warga Binaan

Berantas Buta Aksara, Rutan Marabahan dan SKB Batola Hadirkan Pembelajaran Interaktif bagi Warga Binaan

Marabahan, INFO_PAS - Kesempatan belajar jadi bagian dari proses pembinaan, termasuk bagi Warga Binaan yang masih memiliki keterbatasan dalam membaca dan menulis. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Marabahan bekerja sama dengan Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Barito Kuala (Batola), melalui program literasi berikan pendampingan dasar kepada Warga Binaan yang belum mampu membaca dan menulis dengan lancar, Selasa (15/9).

Pembelajaran dikemas secara interaktif dengan menyesuaikan tingkat kemampuan peserta. Warga Binaan dibagi dalam beberapa kelompok berdasarkan kemampuan membaca, kemudian diberikan materi dan tugas sesuai tahapan belajar masing-masing. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan peserta Maganghub yang turut membantu pendampingan sehingga proses belajar berlangsung lebih aktif dan komunikatif.

Kepala Rutan Marabahan, Moch. Yudha Triwangga, menyampaikan bahwa keterbatasan membaca dan menulis tidak seharusnya menghalangi Warga Binaan untuk memperoleh kesempatan belajar.

“Kami ingin pembinaan di Rutan dapat menjangkau kebutuhan Warga Binaan secara nyata. Bagi mereka yang masih kesulitan membaca dan menulis, kami berikan ruang untuk belajar dari dasar tanpa merasa malu. Harapannya, kemampuan yang diperoleh di sini bisa membantu mereka menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri ketika kembali ke masyarakat,” ujar Yudha.

Sementara itu, pihak SKB Kabupaten Barito Kuala, Etna Handayani, menjelaskan bahwa pembagian kelompok memungkinkan materi diberikan secara lebih terarah.

“Hari ini kami mencoba melihat kemampuan masing-masing peserta terlebih dahulu, kemudian mereka dibagi dalam beberapa kelompok dengan tugas yang disesuaikan. Ada yang fokus mengenal dan membaca huruf, ada yang mulai menyusun kata, sementara peserta lainnya diberikan latihan membaca dan menulis. Dengan cara seperti ini, mereka bisa belajar sesuai tahapannya dan tetap merasa tertantang untuk berkembang,” ungkap Etna.

Salah seorang Warga Binaan, A, mengaku lebih mudah mengikuti pembelajaran karena tugas yang diberikan sesuai dengan kemampuannya.

“Hari ini kami belajar dalam kelompok dan tugasnya berbeda-beda. Saya merasa lebih mudah mengikuti karena materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan saya. Kalau ada yang belum paham, kami juga bisa langsung bertanya kepada pendamping,” ungkapnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Marabahan

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0