Beri Ruang bagi Warga Binaan, Lapas Wahai Evaluasi Layanan Kesehatan lewat Survei Digital
Wahai, INFO_PAS – Upaya menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan bagi Warga Binaan dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai dengan menggelar evaluasi internal layanan kesehatan, Rabu (8/7). Menggandeng Warga Binaan untuk bersikap responsif dan partisipatif, Lapas Wahai mengadakan survei kepuasan secara digital terkait inovasi layanan 'Sinergi Aksi Pelayanan Aktif Warga Binaan' (SAPA-BINA) yang saat ini tengah dikembangkan.
Pengisian survei ini dilaksanakan di ruang Warung Telepon Khusus Lapas dengan pengawalan ketat petugas. Memanfaatkan handphone yang ada, para Warga Binaan didampingi memberikan penilaian dan masukan mereka mengenai kualitas layanan medis di Lapas Wahai secara langsung melalui platform Google Form. Melalui aspek-aspek yang dinilai dalam Google Form tersebut —mulai dari Evaluasi Pelaksanaan dan Manfaat, Dampak dan Evaluasi Kepuasan Keseluruhan, serta Masukan dan Saran— Lapas Wahai berkomitmen untuk terus berbenah.
"Survei ini merupakan transparansi kami dalam mengukur sejauh mana layanan kesehatan SAPA-BINA yang kami berikan telah memenuhi kebutuhan Warga Binaan. Kami ingin mereka responsif dan jujur dalam memberikan penilaian karena masukan mereka adalah bahan evaluasi penting untuk perbaikan ke depan," ujar Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya.
Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, mengatakan keterlibatan aktif Warga Binaan melalui survei ini mempermudah proses pemetaan masalah kesehatan di Lapas. "Dengan survei digital, data yang masuk menjadi lebih cepat diolah dan akurat. Ini sangat membantu kami di jajaran pembinaan untuk langsung mengetahui apa saja aspek yang perlu dipertahankan atau segera ditingkatkan demi kenyamanan dan keamanan bersama," jelasnya.
Hasil survei dari partisipasi seluruh warga binaan itu menunjukkan hasil yang sangat positif di mana sebagian besar Warga Binaan menyatakan sangat puas dengan inovasi SAPA-BINA. Mereka merasa akses terhadap pemeriksaan medis kini menjadi jauh lebih cepat, responsif, dan transparan. Selain itu, masukan konstruktif yang tertuang dalam survei juga menjadi bukti tingginya kepedulian Warga Binaan terhadap mutu fasilitas kesehatan di dalam Lapas.
Salah satu Warga Binaan inisial DS mengatakan kehadiran inovasi SAPA-BINA membawa perubahan besar yang langsung dirasakan manfaatnya. "Sekarang kalau mau berobat atau konsultasi kesehatan alurnya lebih jelas dan cepat. Melalui survei ini, kami juga merasa dihargai karena suara dan kenyamanan kami sebagai Warga Binaan benar-benar didengar oleh petugas," ungkapnya.
Survei kepuasan ala Lapas Wahai direncanakan akan dilaksanakan setiap triwulan sebagai wadah penyampaian pendapat dan evaluasi internal layanan Pemasyarakatan. Dengan terlaksananya survei kepuasan ini, Lapas Wahai berharap terus menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang sehat, humanis, dan responsif terhadap hak-hak dasar Warga Binaan, khususnya di bidang kesehatan. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


