Butonik Bapas Baubau Curi Perhatian di Festival Kuliner 2026, Tuai Apresiasi Wali Kota

Butonik Bapas Baubau Curi Perhatian di Festival Kuliner 2026, Tuai Apresiasi Wali Kota

Baubau, INFO_PAS - Produk UMKM Klien Pemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Baubau, Butonik, turut berpartisipasi dalam Festival Kuliner 2026 Kota Baubau yang diselenggarakan memperingatti Hari Ulang Tahun Ke-485 Kota Baubau dan Hari Jadi Ke-25 Kota Baubau sebagai daerah otonom, Rabu (14/10). Bertempat di kawasan Kotamara Baubau, keikutsertaan UMKM Butonik menjadi upaya Bapas Baubau dalam mendorong kemandirian Klien Pemasyarakatan melalui program pembimbingan keterampilan dan kewirausahaan.

Berbagai produk yang dipasarkan merupakan hasil dari pembimbingan kemandirian Klien, meliputi teh daun kelor, jus kelor dan berbagai olahannya, makanan ringan, madu alami yang diperoleh langsung oleh Klien hingga kopi. Salah satu produk yang menjadi perhatian UMKM Butonik adalah olahan daun kelor yang dikembangkan menjadi teh dan jus kelor dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang mudah dijumpai di wilayah Baubau.

Kelor dipilih karena relatif mudah ditanam, mudah diperoleh, dan tidak membutuhkan biaya budidaya yang besar. Potensi tersebut menjadikan kelor sebagai salah satu komoditas lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan khas Kota Baubau sekaligus membuka peluang usaha produktif. Melalui pengolahan menjadi produk bernilai jual, kelor tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi Klien Pemasyarakatan dan masyarakat setempat.

Kepala Bapas Baubau, Mustar Taro, menegaskan pihaknya terus melakukan pembimbingan terhadap Klien Pemasyarakatan agar mengembangkan keterampilan, mandiri secara ekonomi, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. “Kami terus membimbing Klien Pemasyarakatan agar mandiri dan menghasilkan sehingga ke depannya tidak lagi terjadi perilaku residivis dan turut menyukseskan program ketahanan pangan. Melalui pembimbingan kemandirian, kami berupaya mempersiapkan Klien agar memiliki bekal produktif ketika kembali ke tengah masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal seperti kelor sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Keikutsertaan UMKM Butonik dalam festival ini bukan sekadar ajang promosi dan penjualan produk, melainkan juga menjadi ruang untuk memperlihatkan potensi Klien Pemasyarakatan dalam menghasilkan produk bernilai ekonomi. Perhatian terhadap usaha tersebut makin terlihat ketika sejumlah pimpinan daerah mengunjungi langsung stan UMKM Butonik di kawasan Kotamara.

Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, memberikan apresiasi terhadap keunikan produk yang ditampilkan. “Produk yang unik, sesuai dengan namanya, Buton Unik. Saya sarankan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM Butonik, seperti pencantuman komposisi pada setiap produk, pengurusan sertifikat halal, serta pengurusan IPDR untuk masing-masing produk yang dipasarkan dan mempersiapkan produk agar memiliki peluang pemasaran yang lebih luas,” pesannya.

Partisipasi UMKM Butonik dalam Festival Kuliner 2026 bukan sekadar kegiatan berjualan. Di balik produk teh kelor, jus kelor, madu alami, kopi, dan makanan ringan, terdapat proses pembimbingan yang bertujuan membangun keterampilan, produktivitas, dan kemandirian ekonomi Klien Pemasyarakatan. Pemanfaatan kelor sebagai bahan baku lokal juga memperlihatkan bagaimana potensi yang mudah ditanam dan relatif terjangkau dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Melalui UMKM Butonik, Bapas Baubau berkomitmen membuka ruang bagi Klien untuk berkarya, mengembangkan potensi lokal, dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta pembangunan Kota Baubau. (IR)

 

 

Kontributor: Bapas Baubau

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0