Cegah Halinar, Lapas Batulicin Gelar Razia dan Tes Urine bersama TNI-Polri

Cegah Halinar, Lapas Batulicin Gelar Razia dan Tes Urine bersama TNI-Polri

Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin gandeng aparat penegak hukum (APH) dari unsur TNI-Polri untuk perkuat pencegahan handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar) melalui razia dan tes urine, Kamis (17/9). Rangkaian pemeriksaan tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas (Kalapas) Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, sebagai langkah pengawasan untuk menjaga Lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari narkoba.

Razia dibagi menjadi empat tim yang masing-masing beranggotakan 12 petugas gabungan Lapas dan TNI-Polri. Pemeriksaan menyasar sejumlah area strategis, mulai dari dapur, BLK, pujasera, masjid, gereja, klinik hingga kamar hunian di Blok Echo Kamar 3 dan 5 serta Blok Foxtrot Kamar 2 dan 3.

Penggeledahan dilakukan secara humanis dengan tetap memperhatikan kondisi Warga Binaan selama pemeriksaan. Di sela kegiatan, Kalapas menyapa dan berbincang dengan Warga Binaan sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga tata tertib dan mematuhi SOP selama menjalani pembinaan. Petugas juga mengamankan kartu domino, empat korek api, amplas, cermin, tiga paku, dan satu besi.

Pengawasan kemudian diperkuat melalui tes urine terhadap 56 Warga Binaan yang dipilih secara acak dengan pendampingan petugas Lapas dan APH TNI-Polri. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas. Seluruh hasil tes menunjukkan negatif.

Kalapas menegaskan bahwa razia dan tes urine memiliki fungsi pengawasan yang saling melengkapi dalam mencegah Halinar. Menurutnya, kerja sama dengan TNI-Polri menjadi penguatan agar langkah pencegahan dilakukan secara terukur dan konsisten.

“Razia dan tes urine ini merupakan langkah konkret untuk mempertegas komitmen zero halinar di Lapas Batulicin. Kami ingin memastikan tidak ada barang maupun penyalahgunaan narkoba yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban, dan proses pembinaan Warga Binaan,” tegas Thoha.

Perwakilan APH, Briptu Nainggolan, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI-Polri dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk kerja sama antara aparat dan jajaran Pemasyarakatan. Menurutnya, kerja sama lintas instansi diperlukan untuk memastikan kondisi Lapas tetap aman dan terkendali serta terbebas dari barang-barang terlarang.

“Kegiatan ini menegaskan sinergi positif antara Lapas dan APH dalam menjaga keamanan bersama. Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya memastikan kondisi Lapas tetap aman, terkendali, dan bebas dari barang-barang terlarang,” ujar Briptu Nainggolan.

Sementara itu, Kasubsi Kamtib Lapas Batulicin, Indra Bagus Angkoso, menyampaikan bahwa pengawasan perlu dilakukan melalui pemeriksaan yang menyentuh berbagai potensi gangguan keamanan. Razia digunakan untuk mendeteksi keberadaan barang yang dilarang, sedangkan tes urine menjadi bagian dari pengawasan terhadap kemungkinan penyalahgunaan zat terlarang.

“Pengamanan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemeriksaan kamar hunian, tetapi juga perlu memastikan lingkungan Lapas terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Karena itu, razia dan tes urine kami laksanakan secara konsisten sebagai langkah pencegahan sekaligus deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan,” ujar Indra.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh Warga Binaan yang jalani tes urine negatif. Sementara itu, barang hasil penggeledahan telah diamankan untuk didata dan diproses sesuai ketentuan. Kerja sama bersama TNI-Polri akan terus dilakukan untuk menjaga Lapas Batulicin tetap aman, tertib, dan kondusif bagi pelaksanaan pembinaan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0