Dari Balik Tembok Lapas Tanjung, Selawat Santri Warga Binaan Menggema Penuh Makna
Tanjung, INFO_PAS — Tabuhan rebana yang berpadu dengan lantunan selawat memenuhi masjid Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung saat santri Warga Binaan melaksanakan kegiatan habsyi sebagai program pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan, Selasa (2/6). Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan kepribadian yang bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus mengembangkan keterampilan seni Islami bagi Warga Binaan di mana mereka tidak hanya belajar memainkan rebana, tetapi juga memperdalam kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.
Pelaksanaan habsyi berlangsung dengan penuh semangat dan kekompakan. Para santri Warga Binaan secara bergantian melantunkan selawat sambil memainkan alat musik rebana yang telah mereka pelajari melalui pembinaan rutin di lingkungan Lapas.
Petugas pembinaan, Luthfi, kala mengawasi jalannya kegiatan menyampaikan habsyi menjadi media pembinaan yang efektif dalam membangun karakter positif dan memperkuat pembinaan spiritual Warga Binaan. “Kami ingin menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek keagamaan sekaligus melatih kebersamaan. Para santri belajar disiplin, kompak, dan menumbuhkan kecintaan terhadap syiar Islam,” ujarnya.
Salah seorang santri Warga Binaan, Ahmad, senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, habsyi memberikan ketenangan batin sekaligus menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antarsesama santri.
“Kami merasa lebih dekat dengan nilai-nilai agama melalui kegiatan ini. Selain belajar habsyi, kami juga belajar menjaga kekompakan dan mengisi waktu dengan hal bermanfaat,” ungkap Ahmad.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Robbyanor, menjelaskan pembinaan keagamaan menjadi salah satu fokus utama dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan selama menjalani masa pidana. “Pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri dan perubahan perilaku. Kegiatan habsyi menjadi salah satu wadah positif yang memperkuat nilai-nilai religius sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki Warga Binaan,” tuturnya.
Melalui pembinaan habsyi yang berkelanjutan, Lapas Tanjung terus berupaya membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih religius, berkarakter, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


