Dari Lapas Lhoknga, Kakanwil Ditjenpas Aceh Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Dari Lapas Lhoknga, Kakanwil Ditjenpas Aceh Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Lhoknga, INFO_PAS – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Ramdani Boy, dorong pengembangan program pembinaan kemandirian yang produktif dan sesuai potensi satuan kerja. Hal tersebut disampaikannya saat resmikan budi daya ayam petelur di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga, Rabu (16/9).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan oleh Ramdani Boy sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kegiatan produktif di Lapas Lhoknga. Kegiatan turut dihadiri unsur TNI/Polri serta jajaran terkait.

“Pembinaan kemandirian harus memberikan bekal yang nyata bagi Warga Binaan. Budi daya ayam petelur ini bukan hanya tentang menghasilkan telur, tetapi bagaimana Warga Binaan mendapatkan pengalaman, keterampilan, dan rasa tanggung jawab yang dapat menjadi modal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Ramdani Boy.

Menurutnya, program pembinaan produktif perlu dikembangkan dengan memperhatikan potensi masing-masing satuan kerja. Kegiatan pembinaan diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menghasilkan sesuatu yang bernilai dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Saya berharap program ini dikelola secara serius, berkelanjutan, dan terus dikembangkan. Jangan hanya berhenti pada peresmian, tetapi harus ada proses, hasil, evaluasi, dan peningkatan dari waktu ke waktu,” tegasnya.

Usai prosesi peresmian, Ramdani Boy bersama para tamu undangan turut melakukan panen hasil budi daya ayam petelur. Kegiatan tersebut menunjukkan pengembangan pembinaan kemandirian di Lapas Lhoknga telah diarahkan pada kegiatan produktif dengan hasil yang dapat dimanfaatkan.

Kepala Lapas Lhoknga, Husni, mengatakan budi daya ayam petelur menjadi salah satu program pembinaan untuk meningkatkan keterampilan Warga Binaan.

“Kami ingin Warga Binaan tidak hanya mengikuti pembinaan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung. Mulai dari pemeliharaan ayam, pengelolaan pakan, menjaga kebersihan kandang, perawatan hingga proses panen, semuanya menjadi bagian dari pembelajaran,” kata Husni.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut akan terus dikembangkan agar memberikan manfaat bagi Warga Binaan dan lingkungan Lapas.

“Kami akan terus berupaya mengembangkan program ini agar semakin produktif dan berkelanjutan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh Warga Binaan dapat menjadi bekal untuk mereka ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Budi daya ayam petelur juga menjadi bagian dari kontribusi Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Selain menghasilkan produk pangan, kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran kerja bagi Warga Binaan.

Ramdani Boy turut dorong agar program produktif di Lapas Lhoknga dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja Pemasyarakatan lainnya di Aceh.

“Saya berharap apa yang dilakukan Lapas Lhoknga dapat menjadi motivasi bagi UPT Pemasyarakatan lainnya. Mari kita kembangkan program pembinaan yang produktif sesuai potensi masing-masing, sehingga Warga Binaan memperoleh keterampilan dan Pemasyarakatan juga dapat berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan,” tutupnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Kanwil Ditjenpas Aceh

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0