Dari Masa Kelam ke Lapak Ramai, PK Bapas Amuntai Setia Dampingi Perubahan Klien
Tapin, INFO_PAS – Perjalanan hidup seseorang tidak selalu berjalan mulus. Hal itu juga dialami seorang Klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Amuntai, SWD, yang pernah terjerumus dalam masa kelam kehidupannya. Dengan tekad kuat untuk berubah serta pendampingan intens dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK), kini Klien tersebut perlahan mampu bangkit dan menata kembali kehidupannya melalui usaha berjualan sayur di pasar. Lapak sederhana yang dahulu sepi, kini mulai ramai diserbu pembeli.
PK Bapas Amuntai, yang mendampingi Klien tersebut, Anto, menjelaskan perubahan tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran, kepercayaan diri, dan dukungan lingkungan. “Kami terus melakukan pembimbingan, memberikan motivasi, dan mengarahkan Klien agar fokus pada kegiatan positif. Perubahan ini adalah bukti bahwa ketika seseorang diberi kesempatan dan didampingi dengan baik, ia mampu memperbaiki kehidupannya,” ujarnya, Senin (9/3).
Klien SWD mengaku masa lalunya menjadi pelajaran berharga yang tidak ingin diulang kembali. Ia bertekad menjalani hidup dengan lebih baik dan bertanggung jawab, salah satunya dengan berjualan sayur untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Dulu saya sempat terpuruk, tapi sekarang saya ingin membuktikan bahwa saya bisa berubah. Pelan-pelan saya mulai kembali usaha dagang sayur mayur. Alhamdulillah, sekarang lapak saya mulai ramai pembeli,” ungkap SWD.
Salah seorang teman sesama penjual sayur di pasar, BR juga merasakan perubahan tersebut. Ia menilai Klien kini jauh lebih tekun dan serius menjalani pekerjaannya.
“Dia sekarang rajin datang pagi, ramah dengan pembeli, dan mau belajar dari pedagang lain. Banyak pelanggan yang mulai percaya dan sering kembali membeli di lapaknya,” tutur BR.
Sementara itu, Kepala Bapas Amuntai, Subiyanto, menegaskan keberhasilan Klien dalam membangun kembali kehidupannya menjadi bukti pentingnya peran pembimbingan kemasyarakatan dalam proses reintegrasi sosial. “Bapas tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memastikan Klien mendapatkan bimbingan agar mampu kembali hidup produktif di masyarakat. Semua memerlukan dukungan dari pihak pihak terkait lainnya, seperti pemerintah daerah untuk bersama-sama mengembangkan usaha Klien yang pada akhirnya proses reintegrasi social berhasil adanya. Kisah ini menjadi contoh bahwa perubahan itu mungkin ketika ada kemauan dari Klien dan dukungan dari lingkungan,” jelasnya.
Melalui pembimbingan berkelanjutan, Bapas Amuntai terus memantau perkembangan Klien sekaligus memberikan penguatan agar usaha yang dirintisnya terus berkembang. Kini, lapak sayur yang dahulu sederhana perlahan menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan sekaligus simbol nyata bahwa kesempatan kedua dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik. (IR)
Kontributor: Bapas Amuntai
What's Your Reaction?


