Dari Perpustakaan Menuju Kemandirian, Buku Pengolahan Lele Jadi Favorit Warga Binaan Lapas Kotabaru

Dari Perpustakaan Menuju Kemandirian, Buku Pengolahan Lele Jadi Favorit Warga Binaan Lapas Kotabaru

Kotabaru, INFO_PAS – Fasilitas perpustakaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru menjadi salah satu sarana pendukung pembinaan bagi Warga Binaan melalui kegiatan membaca dan menambah wawasan. Beragam koleksi buku yang tersedia memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk memperluas pengetahuan, mengembangkan minat baca, dan mempelajari keterampilan dapat bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.

Perpustakaan tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar mandiri bagi Warga Binaan. Melalui koleksi bacaan yang tersedia, mereka dapat memperoleh informasi mengenai berbagai bidang, mulai dari pengetahuan umum hingga keterampilan praktis yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Salah satu buku yang paling diminati Warga Binaan adalah buku tentang pengolahan lele. Buku tersebut menarik perhatian karena memuat pengetahuan yang berkaitan dengan pengolahan hasil perikanan dan peluang keterampilan yang dapat dipelajari secara mandiri. Minat terhadap bacaan ini menunjukkan buku dapat menjadi sumber inspirasi untuk mengenal bidang usaha dan keterampilan praktis.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Akhmad Sardaniansyah, menyampaikan keberadaan perpustakaan diharapkan mendorong kebiasaan membaca sekaligus mendukung proses pembinaan Warga Binaan. “Perpustakaan menjadi fasilitas penting untuk memberikan akses pengetahuan kepada Warga Binaan. Kami berharap mereka memanfaatkan koleksi buku yang tersedia untuk menambah wawasan, mengembangkan minat baca, dan mempelajari keterampilan berguna sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya, Selasa (20/10).

Salah satu Warga Binaan berinisial H mengungkapkan ketertarikannya membaca buku tentang pengolahan lele karena ingin menambah pengetahuan mengenai keterampilan yang dapat dipelajari secara mandiri. Menurutnya, membaca memberikan kesempatan untuk memperoleh informasi baru dan mengenal berbagai kemungkinan kegiatan produktif.

“Saya tertarik membaca buku tentang pengolahan lele karena ingin mengetahui lebih banyak tentang cara mengolah hasil perikanan. Dari buku, saya bisa mendapatkan pengetahuan baru dan mudah-mudahan ilmu yang dipelajari bermanfaat setelah kembali ke masyarakat,” ungkap H.

Lapas Kotabaru terus mendorong pemanfaatan fasilitas perpustakaan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan. Melalui fasilitas perpustakaan dan koleksi bacaan yang relevan dengan kebutuhan Warga Binaan, kegiatan literasi diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga membuka peluang pengembangan keterampilan. Dengan demikian, perpustakaan menjadi salah satu sarana pendukung bagi Warga Binaan untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan yang lebih mandiri dan produktif. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Kotabaru

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0