Lapas Pangkalpinang Manfaatkan Lahan Marginal untuk Budidaya Jagung Manis
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang manfaatkan lahan marginal seluas sekitar 225 meter2 di area brandgang untuk budidaya jagung manis. Kegiatan ini telah memasuki tahap penanaman benih sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan.
Sebelumnya, lahan tersebut dibersihkan dan digemburkan agar siap ditanami. Sebanyak lima Warga Binaan terlibat langsung dalam proses persiapan hingga penanaman benih jagung, Selasa (20/10).
Kepala Lapas Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengatakan pemanfaatan lahan marginal merupakan upaya mengoptimalkan potensi yang tersedia di lingkungan Lapas agar lebih produktif dan bermanfaat. “Kami ingin setiap lahan yang tersedia dimanfaatkan optimal. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian,” ujarnya.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mulsa Afrianto, menjelaskan lahan tersebut ditanami benih jagung manis hibrida varietas Paragon. Pengembangan komoditas hortikultura juga direncanakan sebagai optimalisasi lahan yang tersedia.
“Kami mengelola lahan ini secara bertahap, mulai dari persiapan tanah hingga penanaman. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan memperoleh pengalaman langsung dalam budidaya jagung dan meningkatkan keterampilan bertani,” terang Mulsa.
Salah seorang Warga Binaan, SG, senang mendapat kesempatan untuk mengelola lahan tersebut. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam bidang pertanian, mulai dari mengolah tanah hingga menanam benih.
“Tanah di sini cukup berbatu, tetapi kami berusaha menyiapkannya agar bisa ditanami. Saya senang bisa ikut serta karena mendapat pengalaman bertani yang bermanfaat,” ungkap SG.
Hasil pertanian tersebut nantinya direncanakan untuk memenuhi kebutuhan internal Lapas dan dipasarkan melalui mitra Acing Fresh dan Juwita Buah. Pemanfaatan lahan marginal ini diharapkan meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan.
Lapas Pangkalpinang terus optimalkan lahan yang tersedia untuk mendukung ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian. Keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan pertanian diharapkan menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


